MUSIKPLUS – Bagi seorang gitaris profesional, sebuah lagu tidak hanya sekadar untaian nada, melainkan sebuah jembatan yang mampu mengubah arah karier dan hidup mereka. Dalam sesi khusus bersama Guitar World, gitaris ternama Joel Hoekstra membagikan kisah perjalanan hidupnya melalui 10 riff gitar ikonik yang membawa dirinya dari seorang anak pinggiran kota hingga berhasil mengguncang panggung-panggung megah dunia bersama band-band legendaris.
Awal Mula dan Langkah Pertama
Joel lahir di keluarga musisi klasik yang mendidiknya untuk bermain selo dan piano sejak dini. Namun, jiwanya berontak saat ia pertama kali menyaksikan AC/DC di era awal MTV. Penampilan Angus Young memikat hatinya dan memicu keinginannya untuk bermain gitar. Album kaset Back in Black milik AC/DC menjadi pemicu utama yang mengubah hidupnya dan membuatnya bersikeras mendapatkan gitar pertama.
Langkah awalnya tidak mudah ketika ia sempat frustrasi belajar menggunakan buku metode klasik dengan gitar akustik ibu tirinya. Beruntung, seorang teman memperkenalkannya pada guru gitar beraliran rock. Guru inilah yang meyakinkan orang tua Joel untuk membelikan gitar listrik. Melalui guru tersebut, Joel berhasil menguasai riff pertamanya, sebuah lagu dari Black Sabbath, yang memantapkan jalannya di dunia musik rock.
Gerbang Menuju Panggung Profesional
Setelah bertahun-tahun merintis karier di pinggiran Chicago dengan mengajar puluhan murid dan bermain di bar, titik balik besar terjadi ketika ia bergabung dengan band Kathy Richardson. Kerja sama ini membawanya ke New York City untuk tampil dalam pertunjukan teater Love Janice. Pengalaman ini menjadi gerbang pertamanya mencicipi tur nasional bersama Big Brother and the Holding Company serta The Turtles.
Meskipun sempat memainkan musik bernuansa pop klasik, Joel tidak pernah melepas akar musik hard rock-nya. Melalui proyek World Stage milik Jim Peterik (pendiri Survivor), Joel mendapat kesempatan mengiringi musisi-musisi internasional. Relasi inilah yang kemudian membawanya mengikuti audisi tanpa latihan untuk Night Ranger, band yang akhirnya ia huni selama tujuh tahun dan menghasilkan beberapa album studio yang sukses.
Keajaiban Broadway dan Panggung Dunia
Karier Joel semakin meroket saat ia terlibat dalam pertunjukan musikal Broadway populer, Rock of Ages, yang berbasis musik hard rock 80-an. Selama enam tahun, ia tampil dalam ribuan pertunjukan sekaligus membangun jaringan yang luar biasa dengan musisi papan atas dunia. Fleksibilitasnya di Broadway juga membuka jalan bagi Joel untuk bergabung dengan Trans Siberian Orchestra (TSO), sebuah keputusan besar yang bertahan hingga 16 tahun lamanya.
Momen luar biasa lainnya terjadi pada tur tahun 2011, saat ia mendadak diminta menggantikan gitaris legendaris Mick Jones dari Foreigner yang jatuh sakit hanya dalam waktu persiapan 24 jam. Bermain di hadapan 20.000 penonton per malam dengan lagu seperti Jukebox Hero menjadi pengalaman emosional yang tak terlupakan bagi Joel yang menggemari lagu tersebut sejak kecil.
Bergabung dengan Whitesnake, Cher, dan Accept
Puncak karier rock Joel tercapai ketika ia berhasil mengisi posisi gitaris di Whitesnake setelah hengkangnya Doug Aldrich. Joel menikmati masa keemasan selama belasan tahun bersama David Coverdale, yang ia sebut sebagai “bos terbaik yang pernah dia miliki”.
Ketika Whitesnake vakum karena operasi lutut Coverdale pada tahun 2017, Joel tidak berdiam diri. Melalui koneksi sesama musisi, ia mendapatkan kesempatan tak terduga untuk mengiringi diva pop Cher dalam residensi turnya di Las Vegas hingga tur dunia. Teranyar, fleksibilitas Joel membawanya menjelajahi panggung musik metal yang sangat bertenaga bersama band asal Jerman, Accept, di hadapan festival lintas negara yang dihadiri 100.000 penonton.
Di akhir perjalanannya, Joel Hoekstra berpesan kepada para gitaris muda untuk selalu menjaga pikiran tetap terbuka dan tidak membatasi diri pada satu genre saja. Mengambil setiap peluang, bekerja keras, dan membangun hubungan baik adalah kunci utama di industri musik. Melalui esai kehidupan ini, Joel juga memperkenalkan proyek rock terbarunya, Joel Hoekstra’s 13 dengan album bertajuk From the Fade, yang melibatkan musisi-musisi veteran papan atas dunia.



























