Hard N' Heavy

Boomerang Libas Metallica, Fenomena Cover Oleh Gitaris Metal Giovanny Daza di Medsos

MUSIKPLUS – Di tengah derasnya arus konten musik di media sosial, nama Giovanny Daza belakangan menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta musik rock Indonesia. Musisi dan gitaris death metal asal Kolombia tersebut mendadak mencuri perhatian setelah mengunggah sejumlah video cover gitar lagu-lagu rock Indonesia melalui akun Instagram dan Facebook miliknya.

Selama ini, Giovanny dikenal sebagai pendiri sekaligus gitaris band death metal BAAL. Di berbagai platform media sosial, ia rutin membawakan ulang lagu-lagu dari band-band rock dan metal dunia seperti Metallica, Black Sabbath, Korn, Slipknot, Iron Maiden, Sepultura, hingga Avenged Sevenfold. Namun, siapa sangka, justru lagu-lagu dari Indonesia yang berhasil mencatatkan respons paling besar dari para penonton.

Berdasarkan pantauan hingga Minggu sore (31/05/2025), video cover lagu “Kau Pikir Kaulah Segalanya” milik Edane telah ditonton sekitar 581 ribu kali di Facebook Reels. Sementara itu, cover lagu “Tragedi” dari Boomerang menembus sekitar 208 ribu penonton.

Angka tersebut terbilang fenomenal jika dibandingkan dengan video-video cover Giovanny terhadap sejumlah band metal dunia yang selama ini menjadi ciri khas kanalnya. Cover lagu-lagu Metallica, Black Sabbath, Iron Maiden, Avenged Sevenfold, hingga Therion umumnya hanya berada di kisaran 4 ribu hingga 8 ribu penonton.

Boomerang kalahkan Metallica di akun Medsos gitaris metal Giovanny Daza. Reels/Giovany Daza

Fenomena serupa juga terlihat di Instagram. Cover lagu “Tragedi” telah meraih sekitar 70 ribu penonton, sementara “Pelangi” milik Boomerang mencapai lebih dari 52 ribu penonton. Sebaliknya, sebagian besar video cover lagu-lagu rock dan metal internasional yang diunggahnya hanya memperoleh beberapa ribu tayangan.

Lonjakan jumlah penonton tersebut menjadi sinyal menarik bahwa musik rock Indonesia masih memiliki magnet yang kuat, bahkan ketika dimainkan oleh musisi dari negara lain. Di balik derasnya dominasi konten global di media sosial, karya-karya rock Indonesia ternyata masih mampu menemukan ruangnya sendiri dan menjangkau pendengar lintas negara.

Baca Juga :  Stone Gossard Mengatakan Bahwa Ia Tak Memiliki Hubungan Dengan Skena Grunge

Memang, besarnya jumlah pengguna media sosial di Indonesia menjadi salah satu faktor yang turut mendongkrak angka penayangan dan jumlah ditonton (viewers). Namun, fenomena ini tampaknya tidak semata-mata soal kuantitas audiens. Tingginya respons yang diterima Giovanny juga menunjukkan bahwa lagu-lagu rock Indonesia memiliki kualitas musikal yang mampu diapresiasi oleh komunitas musik internasional.

Lagu-lagu seperti “Tragedi”, “Pelangi”, dan “Kau Pikir Kaulah Segalanya” dikenal memiliki karakter kuat, riff gitar yang ikonik, serta melodi yang mudah melekat di ingatan pendengar mengingatkan kita pada riff-riff seperti Sweet Child O Mine dan Simphony Of Destruction ataupun Enter Sandman. Kekuatan itulah yang membuat lagu-lagu tersebut tetap relevan meski telah melintasi generasi dan jaman, sekaligus menarik untuk dimainkan kembali oleh musisi dari berbagai belahan dunia.

Apresiasi pun datang langsung dari para musisi yang lagu-lagunya dibawakan oleh Giovanny. Gitaris Boomerang, John Paul Ivan, memberikan komentar singkat namun penuh makna di akun Instagram Giovanny dengan menuliskan, “Wow Amazing”.

Sementara itu, mantan vokalis Boomerang, Roy Jeconiah, juga menyampaikan apresiasinya dalam bahasa Spanyol. “Gracias por cubrir, todo lo mejor siempre,” tulis Roy, yang berarti, “Terima kasih telah meng-cover lagu kami, semoga yang terbaik selalu menyertaimu”.

Respons hangat dari para musisi Indonesia tersebut memperlihatkan bagaimana musik mampu melampaui batas geografis, bahasa dan budaya. Lagu-lagu yang lahir di Indonesia puluhan tahun lalu kini menemukan ruang dan kehidupan baru melalui sentuhan gitar seorang musisi dari Amerika Selatan nan jauh disana.

Di era digital, media sosial memang telah menjadi ruang tanpa sekat bagi pertukaran budaya dan kreativitas. Apa yang dilakukan Giovanny Daza menjadi contoh nyata, bahwa sebuah karya musik dapat terus hidup, beradaptasi, dan menjangkau audiens yang lebih luas tanpa mengenal batas negara.

Baca Juga :  Band Metal Asal Swedia SABATON Rilis Single Anyar ‘Crossing The Rubicon’

Lebih jauh lagi, fenomena ini menjadi kabar baik bagi industri musik rock nasional. Di tengah dominasi berbagai genre musik modern, karya-karya band legendaris Indonesia seperti Boomerang dan Edane terbukti masih memiliki daya tarik yang kuat. Lagu-lagu mereka tidak hanya dikenang oleh generasi yang tumbuh bersama musik tersebut, tetapi juga terus menemukan pendengar baru melalui platform digital.

Bagi para penggemar rock Indonesia, viralnya video cover Giovanny Daza bukan sekadar soal angka penonton. Fenomena ini menjadi semacam pengakuan bahwa musik rock Indonesia memiliki kualitas yang mampu berbicara di panggung internasional.

Ketika seorang gitaris metal dari Kolombia memainkan lagu-lagu karya musisi Indonesia dan mendapatkan respons luar biasa, ada pesan yang tersampaikan dengan jelas: musik rock Indonesia masih hidup, masih dicintai, dan tetap relevan di mata dunia. Panjang umur musik berkualitas.

Artikel Terkait

1 of 7