MUSIKPLUS – Hubungan antarpersonal para personel grup band glam metal legendaris, Mötley Crüe, saat ini memang sedang berada dalam kondisi yang sangat baik dan harmonis. Namun, sang drummer, Tommy Lee, mengakui bahwa keharmonisan tersebut tidak didapatkan dengan mudah.
Dalam sesi wawancara terbaru di acara The Zach Sang Show, musisi berusia 63 tahun itu mengenang kembali salah satu periode paling bergejolak dalam kariernya, yakni ketika ia memutuskan hengkang dari Mötley Crüe pada tahun 1999 silam.
“Secara kreatif, saya mati perlahan. Hal itu berdampak pada musikalitas dan kemampuan saya secara personal, sehingga saya benar-benar membutuhkan pelampiasan,” ungkap Tommy Lee menjelaskan alasannya keluar dari band saat itu.
“Jadi, saya memutuskan hengkang selama beberapa tahun. Di momen itulah saya mendirikan Methods of Mayhem dan mulai mengerjakan beberapa proyek solo karena saya harus mengubah haluan. Saat itu, saya tidak bisa melakukan hal-hal kreatif di luar format musik Mötley,” tambahnya.
Melalui Methods of Mayhem, Tommy Lee bereksperimen dengan genre rap rock yang sedang populer di era tersebut. Bagi Lee, proyek solonya merupakan tempat kebebasan mutlak tanpa batasan industri.
“Bagi saya, proyek solo itu seperti kotak pasir tempat bermain orang dewasa. Benar-benar apa saja boleh dilakukan. Tidak ada sekat genre, tidak ada gaya tertentu—tidak masalah. Kami melakukan apa pun yang ingin saya lakukan dan bersenang-senang. Secara kreatif saya sangat membutuhkan itu, karena saat itu saya sedang berada di titik terpuruk dalam hidup saya,” kenangnya.
Titik Balik dan Kesadaran di Balik Jeruji Besi
Keputusan Tommy Lee untuk mengevaluasi ulang arah hidup dan kariernya muncul setelah ia sempat mendekam di penjara selama empat bulan pada tahun 1998, akibat kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap mantan istrinya, Pamela Anderson.
Momen di balik jeruji besi tersebut memaksa sang drummer menyadari bahwa rasa tidak bahagia yang dialaminya berakar dari kreativitasnya yang tersumbat di dalam band.
“Saya menyadarinya saat duduk di dalam penjara,” aku Lee. “Saya bergumam, ‘Saya harus mengubah sesuatu, karena jelas-jelas saya berakhir di sini. Saya harus mengubah keadaan agar bisa bahagia dan keluar dari situasi ini.'”
“Jika Anda tidak bahagia secara kreatif dan merasa tidak mampu untuk terus berkembang dan mencipta, itu adalah hal yang berbahaya,” tegasnya.
Kondisi Mötley Crüe Saat Ini
Setelah sempat hengkang, Tommy Lee akhirnya kembali memperkuat lini belakang Mötley Crüe pada tahun 2004. Lebih dari dua dekade berlalu sejak konflik tersebut, ia merasa kedekatan antaranggota band justru semakin solid seiring bertambahnya usia mereka.
“Seiring kami bertumbuh dewasa, ikatan sebagai sebuah band justru menjadi jauh lebih dekat. Setiap orang memiliki cukup waktu untuk melangkah mundur dan merenungkan apa saja yang sudah kami lalui dan lakukan bersama,” pungkas Lee.
Saat ini, Mötley Crüe yang digawangi oleh Vince Neil, Nikki Sixx, Tommy Lee, dan John 5 (menggantikan Mick Mars) tengah bersiap untuk kembali menyapa para penggemarnya lewat rangkaian tur musim panas bertajuk Return of Carnival of Sins yang dijadwalkan mulai bergulir pada 17 Juli mendatang.

























