Musisi

Menjelajahi Ruang Kreatif Abim, Gitaris Muda Berbakat Asal Situbondo

MUSIKPLUS – Dunia pergitaran Indonesia tidak pernah kehabisan talenta luar biasa. Kali ini, musisi legendaris Dewa Budjana mengundang salah satu gitaris muda paling potensial dan berbakat di tanah air, Bima Sabta Andiansyah (Abim), dalam sesi bincang-bincang mendalam di kanal YouTube HOME Chapter – 184. Berasal dari Situbondo, Jawa Timur, Abim telah menarik perhatian komunitas gitar sejak usia sekolah karena efisiensi teknik serta musikalitasnya yang melampaui usianya.

Berikut adalah transkrip wawancara lengkap antara Dewa Budjana dan Abim, yang membahas perjalanan karier, eksplorasi teknik hybrid picking, rahasia perangkat (gear), hingga impian masa depannya di industri musik.

Awal Mula Perjalanan Musik dan Pengaruh Keluarga

Dewa Budjana: “Ya Abim, akhirnya setelah 3 tahun gila ya… Aku sebenarnya sudah mengikuti kamu sejak masih kecil, kayaknya sejak masih SMP pertama kali kita kontak. Tambah ke sini, mainnya tambah maju dan keren luar biasa. Gimana awalnya kamu mulai belajar main gitar?”

Abim: “Terima kasih banyak, Om Budjana. Jadi, Abim sebenarnya mulai belajar gitar itu dari kelas 3 SD. Tapi sebelum pegang gitar, Abim belajarnya drum dulu. Abim suka sekali main drum, tapi lama-lama di-stop sama Papa. Papa kebetulan main gitar juga, dan beliau ingin Abim memainkan alat musik yang bernada. Akhirnya, Abim mulai tertarik belajar gitar kelas 3 SD dan mulai benar-benar serius itu pas kelas 5 SD di Situbondo.”

Dewa Budjana: “Kamu dari lahir dan besar di Situbondo ya? Di sana ada pemain band atau musisi lain yang dikenal nggak? Soalnya aku pribadi nggak terlalu tahu skena di sana, walaupun dulu di Surabaya, kalau ke Bali kan cuma lewat Situbondo saja.”

Abim: “Banyak sih Om sebenarnya, cuma Abim banyak lupa nama-namanya. Tapi rata-rata musisi dari sana kalau mau serius akhirnya pindah ke Surabaya atau ke Jakarta. Kalau Papa dulu sempat main band keliling juga, jadi session player di wilayah Jawa Timur. Tapi semenjak Papa fokus mengajari Abim main gitar, Papa sudah berhenti menge-band dan sekarang lebih banyak memantau Abim saja.”

Baca Juga :  Jejak Visual Sang Maestro Drum, Tommy Aldridge Dari Ozzy Osbourne Hingga Whitesnake

Dewa Budjana: “Berarti kamu belajar langsung dari Papa. Itu belajarnya langsung lewat lagu atau pakai notasi?”

Abim: “Awal belajar itu diajarin lagu dulu Om, tujuannya biar Abim tertarik dan merasa, ‘Wah, aku bisa mainin lagu ini.’. Dulu lagu pertama yang dipelajari itu lagu ‘Beraksi’ dari Kotak, pokoknya yang high energy gitu. Papa itu belajarnya otodidak, jadi Abim pun sebenarnya otodidak. Abim justru pengen banget belajar langsung sama Om Dewa Budjana.”

Dewa Budjana: “Wah, jangan… Malah aku yang harus belajar dari gaya mainmu yang sekarang, aduh! Berarti materi notasi baru dipelajari belakangan ya?”

Abim: “Iya Om, setelah lulus bisa main lagu, baru Abim mulai belajar solmisasi dan notasi. Dan sejak kelas 5 SD itu sampai sekarang, Abim memang lebih konsisten dan fokus di gitar elektrik.”

Eksplorasi Teknik Hybrid Picking dan Pengaruh Musisi Modern

Dewa Budjana: “Aku perhatikan tadi pas kamu main, tekniknya banyak menggunakan hybrid picking ya? Itu belajarnya gimana?”

Abim: “Betul, Om. Abim sekarang memang lebih cenderung ke hybrid picking. Awalnya Abim belajar alternate picking dulu secara konvensional. Tapi setelah melihat permainan gitaris-gitaris modern seperti Martin Miller dan Matteo Mancuso, Abim jadi lebih tertarik mendalami hybrid. Teknik ini bikin dinamika suaranya beda, karena suara pik elektrik dengan sentuhan jari itu punya karakter tone yang berbeda.”

Dewa Budjana: “Kamu pakai jari apa saja kalau untuk hybrid? Sampai kelingking nggak?”

Abim: “Nggak Om, Abim dominan cuma pakai tambahan jari tengah saja untuk memetik senar. Kalau untuk lagu-lagu fingerstyle akustik atau klasik, Abim kebetulan nggak mendalami. Abim murni spesialis di elektrik modern saja.”

Dewa Budjana: “Selain Martin Miller, siapa lagi influence terbesar kamu? Soalnya tarikan bending dan slide kamu itu asik banget.”

Abim: “Banyak banget Om yang didengar, tapi yang paling sering Abim pelajari itu permainannya Matteo Mancuso, Mateus Asato, Martin Miller, sampai Guthrie Govan. Meskipun Mancuso main murni pakai jari tanpa pik, Abim mengambil beberapa partisi permainannya untuk diterapkan ke gaya hybrid Abim sendiri.”

Baca Juga :  Symphony of Destruction, Perjalanan Dave Mustaine Menaklukkan Kegelapan, Metallica dan Kanker Tenggorokan

 Rahasia Gear, Gitar Signature dan Dukungan Industri

Dewa Budjana: “Nah, sekarang kita bahas soal gitar. Setahuku kamu sudah punya signature series sendiri dari brand Bakas (Bagus) ya? Luar biasa, jangan-jangan kamu ini gitaris termuda yang punya signature series! Sejak kapan sebenarnya kamu dikontrak?”

Abim: “Abim dikontrak oleh Bakas itu dari kelas 6 SD Om. Tapi kalau untuk perilisan gitar signature series Abim yang sekarang ini, project-nya baru mulai sekitar kelas 2 SMP. Di seri terbaru ini, ada beberapa spesifikasi yang Abim minta ubah. Kalau seri sebelumnya pakai 24 fret, sekarang Abim minta diturunkan jadi 22 fret.”

Dewa Budjana: “Kenapa malah minta 22 fret? Biasanya anak-anak modern kan ngejar 24 fret.”

Abim: “Abim ngejar tone dan kenyamanan, Om. Abim kan pakai senar ukuran agak tebal, ukuran 0.10 – 0.46 dari Magma Strings. Kalau di gitar 24 fret, rasanya agak berat pas dimainkan. Tapi begitu dipasang di skala 22 fret, rasanya jadi jauh lebih enteng dan nyaman Om.”

Dewa Budjana: “Hebat banget, senar di-endorse Magma, gitar ada signature dari Bakas. Penjualannya gimana sejauh ini?”

Abim: “Pemasarannya sudah lintas benua Om, sejauh ini banyak bergerak di pasar Asia dan domestik Indonesia. Untuk batch pertama minggu ini saja baru terkirim hampir 100 unit.”

Dewa Budjana: “Luar biasa! Kalau untuk urusan efek dan manajemen tone, kamu tipe yang suka pakai ampli fisik atau langsung direct digital?”

Abim: “Abim sejak SMP sudah pakai sistem direct digital menggunakan NUX. Di rumah Abim ada beberapa seri seperti NUX Trident dan MG30, tapi Abim pribadi lebih condong pakai NUX MG30 karena karakter suaranya lebih clean. Uniknya, di simulatornya Abim malah pakai tipe ampli bass, Om. Tipenya Ampeg AGL. Waktu itu iseng ngulik bareng Papa nyari sound, pas dicoba ternyata suara gitarnya jadi unik dan enak banget, akhirnya Abim pakai terus untuk kebutuhan panggung dan rekaman.”

Visi Masa Depan dan Esensi Bermain dalam Sebuah Band

Dewa Budjana: “Kamu kan sekarang tinggal di Situbondo dan banyak main pakai backing track di media sosial. Di sekolah sering manggung juga?”

Baca Juga :  Efek Domino Mesias Jazz, Bagaimana Miles Davis dan John Coltrane Rubah Wajah Musik Rock Dunia

Abim: “Kalau di ruang lingkup Situbondo untuk panggung umum masih kurang Om. Tapi kalau di sekolah sering banget didaulat buat tampil. Biasanya nge-band seru-seruan bareng teman-teman sekelas.”

Dewa Budjana: “Rencana ke depan untuk karya sendiri gimana? Sudah ada tabungan lagu?”

Abim: “Single lepasan sudah banyak Om, tapi kalau untuk format album penuh memang belum. Saat ini Abim sedang menggarap empat lagu baru yang rencananya akan dirilis secepatnya. Semua proses aransemen dan produksinya masih Abim kerjakan sendiri.”

Dewa Budjana: “Mumpung kita sedang ketemu, kamu ada yang mau ditanyakan nggak ke aku?”

Abim: “Abim mau tanya Om, menurut pandangan Om Budjana, Abim harus gimana untuk langkah ke depannya?”

Dewa Budjana: “Kalau menurutku, kamu harus mulai main band. Secara teknik, kemampuan lead, aransemen, sampai pemahaman chordal kamu sudah matang dan siap semua. Selama ini kamu kan dominan main sendiri pakai backing track. Kalau kamu bikin band, di situ akan ada proses interaksi nyata antar manusia. Ada kalanya kita nggak cocok ide dengan pemain bass atau drummer, dan proses menyatukan kepala itu penting banget untuk mendewasakan musikalitas kita. Terlepas dari itu, mimpi terbesar kamu sendiri apa?”

Abim: “Mimpi besar Abim pastinya ingin bisa menjadi gitaris internasional Om. Kemarin bersyukur sudah dapat kesempatan berangkat ke Shanghai, China bersama brand gitar Abim. Ke depan, Abim ingin bisa jadi session player untuk artis-artis besar. Kebetulan setelah lulus SMA ini Abim memilih untuk gap year dulu dan belum ada ketertarikan kuliah, karena ingin totalitas penuh di gitar elektrik.”

Dewa Budjana: “Pilihan yang sangat bagus dan berani karena kamu sudah tahu passion-mu di mana. Terima kasih banyak Abim sudah mampir dan berbagi cerita di HOME. Sukses terus untuk materi lagu barunya, project gitarnya, dan karier musiknya ke depan.”

Abim: “Sama-sama, Om Dewa Budjana. Terima kasih banyak atas kesempatan dan masukannya.

Artikel Terkait

1 of 2