Led-Zeppelin@2000x1500

Awal Led Zeppelin di Amerika, Banyak Perlakuan Rasisme


Musik+ – Jimmy Page mendapatkan sesuatu yang selalu diinginkannya pada tahun 1969, kesempatan untuk tampil bersama Led Zeppelin di Memphis, Tenn, rumah Elvis Presley dan episentrum rock ‘n’ roll awal.

Kemudian pada tur Amerika Utara pertama mereka, dalam karir mereka, Led Zeppelin tiba di Memphis mendapatkan banyak pujaan dan apresiasi. Album debut mereka pun sengaja dirilis di pertengahan tur pada 12 Januari 1969, dan menimbulkan reaksi positif di kalangan penggemar. Mereka kemudian bermain di Memphis State University Field House kira-kira sebulan kemudian, pada 10 Februari.

“Ini dia! Band itu akan bermain di Memphis, tempat lahirnya musik blues, rockabilly, dan Sam Phillip yang jenius,” kenang Page kemudian.

“Sebuah mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya untuk mengunjungi kiblat musik. Kami dianugerahi kunci kota karena konser terjual habis dalam waktu singkat dan hei, seseorang yang terjual secepat itu pantas mendapatkannya!⁣,” bebernya.

Bagi banyak musisi muda Inggris pada saat itu, Amerika adalah simbol individualitas.

“Begitu banyak anak kulit putih, anak Inggris, kami tidak memiliki budaya,” kata Robert Plant kepada NPR pada tahun 2010.

“Kami baru saja mencoba mendapatkannya seperti itu. Kami semua gagal total, jujur saja,” ungkap Plant saat itu.

Namun, seperti yang juga ditemukan oleh band rock Inggris lainnya di era Led Zeppelin, akhir tahun 60-an dan awal 70-an tidak selalu mereka ramah pada orang asing yang melewati kota-kota tertentu di Amerika. Anggota Led Zeppelin adalah pengikut musik Black blues, tetapi juga berada di tengah-tengah negara yang penuh dengan rasisme dan sedikit toleransi terhadap apa pun yang tampak di luar norma.

“Ini belum tentu waktu terbaik untuk berkeliling ke Selatan. Orang kulit hitam masih digantung di negara bagian selatan lainnya dan orang yang menembak dua pengendara sepeda motor di akhir Easy Rider akan mendapat tepuk tangan meriah di bioskop!” kata Page.

“Rambut panjang, etika hippy, dan apa pun yang berbau redneck tidak diterima di tempat-tempat seperti Memphis dan Nashville pada waktu itu,” kenangnya.

Salah satu kru band kebetulan mendengar polisi lokal Memphis “membahas apa yang mereka simpan untuk anggota Led Zeppelin malam itu,” memaksa band untuk berkemas setelah pertunjukan dan langsung pergi ke pertunjukan mereka berikutnya di Florida, membawa kunci kota bersama kami,” bebernya lagi.

Belakangan, Led Zeppelin muncul di Nashville, di mana mereka sekali lagi menemui perlawanan. Page mengenang konser yang berlangsung pada musim panas 1969 itu, meskipun catatan lain menunjukkan pertunjukan itu tidak terjadi sampai tahun 1970.

“Ketika kami turun dari panggung setelah track lagu terakhir, kami pergi ke ruang ganti,” bebernya.

“Penonton menjadi liar, jadi saya berkata, ayo lakukan encore,’ tetapi para polisi ini meletakkan sebatang baja di depan saya memblokir pintu, dan berkata, kamu pergi ke sana, nak, dan aku akan mendobrak kepalamu.’ Saya berpikir dia tidak bercanda, ternyata mengusir” kenang Page saat itu.

+ Bagikan