BMG

Ketika Rocker Bicara Soal Pajak, Apa Katanya?


Musik+ – Pajak adalah salah satu hal yang penting dalam perekonomian suatu negara. Pajak dapat digunakan oleh pemerintah untuk membiayai berbagai program dan proyek pembangunan nasional, serta memberikan pelayanan publik bagi masyarakat luas.

Sejatinya, uang dari hasil pajak juga dapat digunakan untuk mengatur perekonomian dan memperbaiki ketimpangan sosial.

Namun, pajak juga seringkali dianggap sebagai beban bagi masyarakat dan pelaku bisnis. Banyak orang yang merasa pajak yang harus mereka bayar terlalu tinggi, atau merasa bahwa sistem perpajakan tidak adil.

Sebagai akibatnya, pajak seringkali menjadi topik yang kontroversial dan menjadi polemik serta bahan perdebatan di berbagai forum.

Bahkan belakangan, munculnya kasus terhadap pegawai pajak, terkait gaya hidup mewah serta perilaku menyimpang anggota keluarganya mendapat sorotan luas dari publik. Di kalangan netizen pun mempertanyakan bagaimana mungkin pegawai pajak bisa memiliki harta sebesar Rp56 miliar.

Dalam sebuah wawancara dengan grup rock legendari, Boomerang Reload, Selasa (28/02/2023), mereka tak menampik jika pajak merupakan sebuah kewajiban yang tak bisa dihindari oleh masyarakat.

Dalam obrolan tersebut, pentolan Boomerang Reload sekaligus gitaris John Paul Ivan (JPI) juga berkelakar, dengan mengatakan: “Kita dapet mogenya nggak nih? hahaha,”

Meski begitu, para personil grup rock asal Surabaya ini menyebut bahwa masyarakat secara tidak langsung sudah menunaikan kewajibannya membayar pajak.

“Kalo musisi itu penghasilannya hanya dari show dan royalti, dan itu sudah dipotong pajak. Itu sudah include pajak,” tegas Ivan.

“Bahwa setiap elemen pembelian sehari-hari, masyarakat secara tidak sadar sudah membayar pajak. Di beberapa negara maju, orang membayar pajak cukup tinggi namun memiliki feedback yang cukup baik,” imbuh drumer Farid Marin.

Secara umum, mereka sepakat bahwa pajak tak merugikan masyarakat, bahkan harus didukung oleh semua lapisan masyarakat.

“Yang merugikan musisi itu bukan pajak, tapi lebih ke perizinan yang sulit untuk mengadakan pertunjukan, dan beberapa hal lainnya,” pungkas JPI

+ Bagikan