MUSIKPLUS – Dua raksasa industri alat musik dunia, Fender Musical Instruments Corporation dan PRS Guitars (Paul Reed Smith), kini tengah terlibat dalam ketegangan hukum yang serius. Fender dilaporkan telah melayangkan surat teguran hukum bermeterai (cease and desist) kepada pihak PRS terkait dugaan pelanggaran desain produk.
Langkah hukum yang diambil oleh Fender ini berakar dari keberatan mereka terhadap salah satu model gitar terbaru yang dirilis oleh PRS. Fender mengklaim bahwa gitar keluaran kompetitornya tersebut memiliki kemiripan visual yang terlalu identik dengan salah satu bentuk bodi ikonik milik Fender yang telah dilindungi hak paten dan merek dagang.
Meskipun detail spesifik mengenai model gitar PRS mana yang dipermasalahkan belum diungkap secara resmi ke publik, banyak pengamat industri berspekulasi bahwa perseteruan ini kemungkinan besar berkaitan dengan model gitar PRS berdesain single cutaway atau bolt on neck terbaru mereka yang dinilai sangat menyerupai siluet klasik milik Fender, seperti Stratocaster atau Telecaster.
Melalui surat teguran tersebut, Fender menuntut PRS untuk segera menghentikan proses produksi, pemasaran, serta penjualan model gitar yang bersangkutan. Jika PRS mengabaikan teguran ini, Fender menyatakan siap membawa kasus dugaan pelanggaran merek dagang tersebut ke jalur pengadilan formal.

Ini bukan kali pertama PRS menghadapi gugatan hukum dari kompetitor besar terkait masalah desain. Pada awal era 2000-an, PRS sempat terlibat perseteruan hukum panjang yang sangat terkenal dengan Gibson Guitars terkait desain model PRS Singlecut yang dinilai meniru Gibson Les Paul.
Kala itu, PRS berhasil memenangkan gugatan di tingkat banding setelah pengadilan memutuskan bahwa konsumen tidak akan terkecoh antara kedua merek tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, baik pihak Fender maupun Paul Reed Smith (PRS) masih memilih untuk bungkam dan belum memberikan pernyataan resmi kepada media mengenai kelanjutan dari layangan surat teguran hukum ini.






















