Musisi

Peter Frampton Sangat Ketakutan Saat Album ‘Frampton Comes Alive!’ Sukses Besar 50 Tahun Lalu

MUSIKPLUS – Album rekaman langsung (live album) milik Peter Frampton yang bertajuk Frampton Comes Alive! diakui dunia sebagai salah satu mahakarya terbesar dalam sejarah musik rock. Namun, di balik angka penjualan yang fantastis dan popularitas yang meroket tajam, sang musisi ternyata menyimpan ketakutan yang mendalam di masa lalu.

Gitaris dan penyanyi legendaris berusia 76 tahun tersebut merefleksikan momen menjelang perayaan 50 tahun perilisan album monumental yang pertama kali dilepas ke pasaran pada tahun 1976 itu. Frampton mengaku bahwa kesuksesan masif yang datang dalam semalam sempat membuatnya merasa sangat tertekan.

“Dampak dari kesuksesan album itu membuat saya ketakutan setengah mati,” ungkap Frampton jujur saat diwawancarai.

“Sebelum album itu meledak, saya hanyalah seorang musisi yang bekerja keras, berpindah dari satu panggung kecil ke panggung lainnya. Lalu tiba-tiba, saya menjadi orang paling terkenal di planet ini. Itu adalah perubahan yang sangat mengejutkan.” ujarnya.

Album Frampton Comes Alive! yang memuat lagu-lagu hit ikonik seperti “Show Me the Way” dan “Baby, I Love Your Way” sukses bertahan di puncak tangga lagu Billboard 200 selama 10 minggu dan menjadi salah satu album live terlaris sepanjang masa.

Beban Ekspektasi Industri Musik

Frampton menjelaskan bahwa ketakutan terbesarnya kala itu bukan berasal dari para penggemar, melainkan dari tuntutan besar industri musik yang menuntutnya untuk terus mencetak kesuksesan serupa.

“Masalah terbesar dari sebuah kesuksesan yang terlalu besar adalah pertanyaan, ‘Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?'” kenang Frampton. “Semua orang di sekitar Anda, mulai dari label rekaman hingga manajemen, mulai panik dan menuntut Anda untuk mengulang keajaiban yang sama. Padahal, keajaiban seperti itu hanya terjadi sekali seumur hidup.”

Baca Juga :  Symphony of Destruction, Perjalanan Dave Mustaine Menaklukkan Kegelapan, Metallica dan Kanker Tenggorokan

Meski sempat merasa terasing oleh popularitasnya sendiri di era ’70-an, Frampton kini memandang masa-masa tersebut dengan rasa syukur yang mendalam. Ia merasa beruntung karena lagu-lagu di album tersebut masih terus didengarkan lintas generasi.

Peter Frampton. Clive Frampton/Courtesy of 10 Lives Studios

Tetap Berdedikasi di Tengah Keterbatasan Fisik

Saat ini, Peter Frampton tetap aktif di dunia musik meskipun dirinya tengah berjuang melawan penyakit Inclusion Body Myositis (IBM), sebuah kondisi kelainan otot progresif yang melemahkan tubuhnya. Kendati harus tampil di atas panggung sambil duduk, semangat sang rockstar terbukti belum padam.

“Saya mungkin tidak bisa berlarian di atas panggung lagi seperti dulu, tetapi jari-jari saya masih bisa memainkan gitar ini, dan suara saya masih ada,” ungkapnya.

“Musik adalah obat terbaik bagi saya, dan melihat penonton tersenyum adalah alasan mengapa saya masih terus melakukannya hingga hari ini.” tutup Frampton optimis.

Artikel Terkait

1 of 2