Penulis: Musik+ ID

  • “The Lights” Rilisan Lagu Baru Dari Themilo Untuk Para Pendengar Setianya

    MUSIK+ – Band shoegaze atau dream pop asal Bandung, Themilo, kembali merilis lagu, ditujukan untuk menerangi perjalanan musiknya lewat single terbarunya berjudul “The Lights.”

    “Lagu ini bukan sekadar karya baru, ia adalah persembahan tulus untuk para pendengar dan penggemar setia yang telah menemani Themilo sejak awal berdiri, menyalakan cahaya di setiap langkah perjalanan band ini,” katanya dalam rilis.

    Dalam “The Lights”, Themilo menggambarkan para pendengar sebagai cahaya-cahaya kecil yang bersama-sama menerangi gelapnya perjalanan waktu. Lagu ini menjadi semacam anthem yang memantulkan hubungan emosional antara band dan pendengarnya.

    Yang membuat lagu ini semakin istimewa, Themilo berkolaborasi dengan Pingkan Tumbelaka, vokalis dan gitaris dari band asal Bali, Dive Collate.

    Kehadiran Pingkan memberi sentuhan lain dan  harmoni vokal yang menambah kedalaman suasana dalam lagu ini. Kolaborasi ini menjadi simbol pertemuan dua cahaya: suara yang lahir dari kerinduan, dan melodi yang menyala dari ketulusan.

    “The Lights” dirilis di seluruh platform digital musik mulai 21 November 2025, dan siap menjadi anthem bagi semua pendengar setianya.

  • Jessi Lemparkan EP Baru “P.M.S.” dan Single ‘Girls Like Me’

    MUSIK+ – Jessi resmi comeback dengan merilis EP keempatnya, “P.M.S.”, pada 12 November, menandai kembalinya sang rapper asal Korea Selatan setelah lima tahun tanpa mini album. “P.M.S.” yang merupakan singkatan dari Pretty Mood Swings, menjadi ruang bagi Jessi mengekspresikan berbagai sisi dirinya, dari rap, pop, hingga R&B. Musisi yang memiliki lebih dari 1,1 miliar views YouTube dan 30 juta pengikut media sosial ini juga ikut menulis dan menggubah seluruh lagu, menegaskan arah musik yang semakin personal dan penuh karakter.

    Sebagai pusat dari comeback ini, Jessi merilis ‘Girls Like Me,’ sebuah track hip-hop penuh percaya diri yang menegaskan dirinya sebagai “unni”, sebutan untuk kakak perempuan atau senior perempuan dalam budaya Korea. Lagu ini memadukan sikap tegas, alur rap yang ritmis, dan lirik yang merefleksikan pengalaman Jessi apa adanya. Video musiknya menampilkan gerakan bebas, ekspresi kuat, dan karisma khas Jessi yang kembali mempertegas statusnya sebagai “Queen Unni.”


    Selain lagu utama, “P.M.S.” memuat total lima lagu dengan warna berbeda, mulai dari ‘Brand New Boots’ yang memadukan instrumen country dan hip-hop, ‘HELL’ dengan vokal kasar penuh emosi, ‘Marry Me’ yang lebih lembut dan soulful, hingga pre-release ‘Newsflash’ yang menghadirkan cameo legenda hip-hop New York, Jadakiss. Untuk mempromosikan albumnya, Jessi akan tampil di berbagai program domestik maupun internasional, termasuk menjadi tamu di YouTube variety show milik Kim Hee-chul.

  • Cry To Heaven Akan Jadi Debut Perdana Adele di Dunia Film

    MUSIK+ – Adele siap menjajaki dunia akting untuk pertama kalinya. Penyanyi ‘Hello’ berusia 37 tahun itu akan membintangi proyek terbaru garapan Tom Ford berjudul “Cry to Heaven.”

    Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Anne Rice tahun 1982, yang mengisahkan tentang seorang bangsawan Venesia dan penyanyi opera yang dikebiri, dengan kehidupan keduanya yang saling bertaut secara tak terduga.

    Tom Ford tak hanya menyutradarai, tetapi juga menulis sekaligus memproduksi film ini. “Cry to Heaven” saat ini tengah dalam tahap praproduksi di Roma dan London, dengan jadwal syuting utama dimulai pada Januari mendatang. Film ini dijadwalkan rilis sekitar musim gugur 2026.

    Selain Adele, film ini juga akan dibintangi oleh bintang ternama lain seperti Nicholas Hoult, Aaron Taylor Johnson, Ciaran Hinds, George MacKay, Mark Strong, Colin Firth, Paul Bettany, Owen Cooper, Daniel Quinn Toye, Hunter Schaffer, Josephine Thiesen, Thandiwe Newton, Theodore Pellerin, Daryl McCormack, Cassian Bilton, Hauk Hannenmann dan Lux Pascal.

  • Ketika Dave Grohl Memberikan Pujian Pada Penampilan Korn

    Musik+ – Vokalis Foo Fighters, Dave Grohl, memberikan pujian yang cukup keren kepada Korn, dan hal ini disambut dengan antusiasme oleh beberapa anggota Korn.

    Dalam postingan Instagram yang dibagikan di akun Instagram Foo Fighters, Grohl membagikan foto yang diambil dari dagunya ke bawah, menampilkan salah satu jumpsuit Adidas berkilau ungu milik Korn yang terkenal karena dipakai oleh Jonathan Davis, dengan caption, “Masa-masa ini selalu membuatku teringat pada Kornfields.”

    Bagaimana Reaksi Korn terhadap Pujian Fashionable Dave Grohl?

    Tiga anggota Korn sebenarnya langsung merespons di media sosial setelah Grohl memberikan penghormatan kepada band tersebut. Penyanyi Jonathan Davis mengirim pesan kepada vokalis Foo Fighters, berbunyi, “Aku akan kirimkan salah satunya padamu” disertai beberapa emoji api, hati, dan air mata.

    Gitaris Munky juga menggunakan emoji dengan emoji tangan terangkat, hati, dan api setelah melihat postingan tersebut. Sementara itu, drummer Ray Luzier memberikan jawaban tegas “Ya” yang dikelilingi oleh tiga emoji “boom” dan hati merah.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by Foo Fighters (@foofighters)

    Apakah Kolaborasi Lanjutan Antara Foo Fighters dan Korn Akan Terjadi?

    Meskipun Korn dan Foo Fighters memulai karier mereka pada waktu yang hampir bersamaan di pertengahan tahun 1990-an dan keduanya sering membawakan lagu-lagu cover, tampaknya kedua band tersebut belum pernah berkolaborasi atau membawakan lagu-lagu satu sama lain.

    Kedua band juga telah aktif merencanakan tur mereka untuk tahun 2026. Korn baru-baru ini mengumumkan tur di Amerika Latin untuk tahun 2026 bersama Spiritbox dan Seven Hours After Violet. Foo Fighters, di sisi lain, telah memesan tur stadion besar di Amerika Utara untuk tahun 2026 bersama Queens of the Stone Age.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by Foo Fighters (@foofighters)

    Foo Fighters, di sisi lain, juga memiliki beberapa jadwal konser di luar negeri dan terus mengadakan konser dadakan, dengan yang terbaru diumumkan pada 3 November di Nile Theater di Bakersfield, California.

    Jadi, saat ini, sepertinya ini hanyalah sebuah ucapan selamat yang keren dan bukan petunjuk tentang pasangan di masa depan.

     

  • Tidak Masuk Kriteria, Billie Eilish Nyaris Hapus Birds of a Feather Dari Album

    MUSIK+ – Dalam sebuah wawancara terbarunya bersama Wall Street Journal pada Rabu (29/10), Billie Eilish mengungkap bahwa ia sempat menolak keras untuk memasukkan lagu ‘Birds Of A Feather’ ke album “Hit Me Hard and Soft”.

    Bersama sang kakak sekaligus produser, Finneas, Billie mengaku berjuang selama setahun mengerjakan lagu tersebut karena nadanya terasa terlalu cerah dan berbeda dari gaya khasnya. Ia bahkan sampai mengatakan kepada label bahwa lagu itu “agak bodoh” dan berkali-kali ingin menghapusnya dari album.

    “Beberapa kali aku bilang, ‘Kita harus hapus lagu ini,’” ujar Billie. Bersama sang kakak sekaligus produser, Finneas, ia mencoba menemukan nuansa yang tepat. Bahkan saat memperdengarkan album lengkapnya kepada pihak label, ia masih belum yakin. “Bahkan waktu itu aku bilang ke mereka, ‘Guys, lagu ini agak bodoh,’” tambahnya sambil tertawa.

    Meski awalnya diragukan, ‘Birds of a Feather’ justru menjadi salah satu lagu terbesar dalam karier Billie. Lagu bernuansa cinta yang lebih cerah dan optimis dari biasanya itu bertahan selama tiga minggu di puncak tangga lagu Billboard Global 200 dan dinobatkan sebagai lagu paling banyak diputar di Spotify sepanjang 2024, dengan lebih dari 1,78 miliar streams dan kini bahkan sudah menembus tiga miliar.
    Sementara lagu Billie yang paling banyak di-streaming di Spotify adalah ‘lovely’ duetnya bersama Khalid dengan 3,5 miliar streams.

  • Eks Gitaris dan Manajer Boomerang Lahirkan Strobo, Kilatan Rock Baru dari Kota Pahlawan

    MUSIK+ – Dari tanah kelahiran para legenda rock Indonesia, muncul sebuah band baru bernama Strobo, yang siap menyalakan kembali semangat musik keras khas Kota Pahlawan. Band ini dibentuk oleh sekelompok sahabat yang awalnya hanya berkumpul untuk bersenang-senang di Studio Natural Surabaya, hingga akhirnya berubah menjadi sebuah formasi yang serius berkarya.

    Menurut Tommy Maranua, gitaris Strobo yang sebelumnya dikenal lewat kiprahnya bersama Boomerang dan GerilyaOne, terbentuknya band ini berawal dari kebersamaan di tongkrongan.

    “Awalnya kami cuma teman-teman nongkrong di Studio Natural. Tiba-tiba muncul ide bikin band biar bisa happy bareng, di tengah kesibukan masing-masing,” ujar Tommy, Rabu (15/10/2025).

    Namun, dari sekadar nongkrong dan latihan, muncul keinginan lebih jauh, yakni menciptakan lagu sendiri. Lagu-lagu yang awalnya hanya dimainkan di ruang latihan akhirnya direkam dan diperdengarkan ke publik.

    “Dari keisengan itu, Strobo jadi sesuatu yang lebih serius. Kami mulai merekam karya sendiri, dan ternyata mendapatkan apresiasi dari banyak pendengar,” tambahnya.

    Band Strobo diperkuat oleh enam personel, terdiri dari Syaiful Sofyan (drum), Tommy (gitar), Rony (vokal), Bobby (bass), Rofik (gitar), dan Sanjo (keyboard). Menariknya, nama Strobo ternyata memiliki dua makna. Awalnya, kata itu merupakan singkatan dari nama para personelnya, huruf S dari Syaiful dan Sanjo, T dari Tommy, RO dari Rony dan Rofik, serta BO dari Bobby.

    Namun bagi mereka, nama ini juga menggambarkan harapan.

    “Kami ingin karya-karya Strobo bisa menarik perhatian dan memberi warna, seperti kilatan lampu strobo yang selalu mencuri perhatian di mana pun ia berpendar,” ungkap Syaiful, yang pernah menjadi road manager Boomerang dan drummer Seng Ken Ken.

    Secara umum, Strobo mengusung genre rock sebagai akar musiknya. Tetapi setiap personel membawa karakter dan latar belakang musikal yang berbeda, sehingga musik Strobo terdengar lebih kaya dan dinamis.

    “Meski basisnya rock, kami tetap memasukkan ornamen dari warna musik lain sesuai karakter masing-masing. Jadi hasil akhirnya ya campuran khas Strobo,” jelas Syaiful.

    Perbedaan referensi musik tiap anggota malah menjadi kekuatan. Mereka menggabungkan pengaruh dari berbagai genre dari klasik rock hingga modern alternative dan hasilnya adalah komposisi yang enerjik, namun tetap melodius.

    Proses pembuatan lagu-lagu Strobo berjalan alami dan organik. Menurut Tommy, ia terlebih dahulu menyiapkan benang merah dari lagu dan arah musiknya, kemudian masing-masing personel mengembangkan bagian mereka sesuai karakter dan eksplorasi pribadi.

    “Jadi semuanya berjalan mengalir aja. Setiap pemain punya ruang untuk berkreasi, tapi tetap dalam satu ruh Strobo,” ujarnya.

    Dalam perjalanannya, Strobo kini tengah memperkenalkan lima lagu baru dalam satu album mini yang menggambarkan berbagai sisi kehidupan, mulai dari kritik sosial, kisah cinta, hingga refleksi spiritual.

    Lagu pertama, “Bullshit” berbicara tentang ketidaksesuaian antara ucapan dan tindakan, sindiran terhadap mereka yang tidak konsisten antara kata dan perbuatan.

    Kedua, “Aku Tak” mengisahkan cinta mendalam seseorang yang masih terjebak kenangan masa lalu dan tak mampu melupakan sosok yang pernah dicintainya.

    Ketiga, “Hey Sob” hadir dengan nada jenaka namun jujur, menceritakan tentang teman dekat yang terlalu ingin tahu urusan orang lain.

    Keempat, “Tentang Semuanya” menyuarakan semangat pantang menyerah dan optimisme dalam menghadapi pahitnya hidup. Lagu ini mengingatkan pendengarnya untuk terus melangkah meski banyak rintangan.

    Dan, kelima, “Yang Masih Sepi” menghadirkan suasana reflektif dan spiritual, menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan ketika hati terasa kosong dan kehidupan tampak hampa.

    Strobo tumbuh dari akar musik Surabaya yang telah lama menjadi ladang subur bagi band-band besar tanah air. Kota Pahlawan ini memang dikenal melahirkan musisi berkarakter kuat seperti Boomerang, Grass Rock, dan Power Metal. Kini Strobo datang membawa semangat baru, memadukan energi rock klasik dengan sentuhan modern.

    “Kami ingin Strobo menjadi bagian dari tradisi panjang musik rock Surabaya, tapi dengan gaya dan napas yang baru,” tutup Tommy penuh optimisme.

  • Usung Vibe Pop Punk, Take Over X JPI Rilis Album EP “IV” Dengan Energi Baru

    MusikPlus — Band rock Take Over resmi merilis album EP terbaru mereka bertajuk “IV”, yang mulai didistribusikan secara digital pada 13 Agustus 2025. Album ini memuat lima lagu baru dengan nuansa Alternative Rock yang dibalut vibe Pop Punk, menandai babak baru perjalanan musik mereka bersama gitaris sekaligus produser John Paul Ivan (JPI).

    JPI mengungkapkan, album ini merupakan kolaborasi yang memadukan energi khas Take Over dengan sentuhan aransemen modern yang tetap natural.

    “Kami ingin menghadirkan musik yang relevan dengan selera anak muda sekarang, tapi tetap menjaga karakter band. Di album ini, tidak ada lagu ballad, semua track full energi dan distorsi. Musiknya memang pop punk, tapi dimainkan secara natural, tanpa ketergantungan pada looping atau sequencer,” jelas JPI.

    Take Over merupakan band alumni Rock Festival se-Indonesia X tahun 2004 yang berhasil meraih juara 2 serta penghargaan Best Vocalist melalui Damar Teguh. Band ini berevolusi pada 2017 dengan masuknya Windy Saraswati dan merilis single “Jangan Modus”.

    Pada 2019, JPI bergabung sebagai produser untuk album EP pertama, disusul EP kedua V.2 (2021) dan EP ketiga Treble (2023). Menjelang akhir 2023, Cynthia Difka resmi bergabung sebagai bassist tetap.

    Dalam album “IV”, Take Over mengusung lima lagu fresh yang dikemas dengan sound design rock modern. JPI tidak hanya menjadi produser, tetapi juga mengatur aransemen, mixing, dan mastering untuk memastikan kualitas audio yang optimal di era musik saat ini.

    Lagu “Lestari Indonesia” dipilih sebagai single utama.

    “Ini lagu bertema nasionalisme dan kecintaan pada negara sendiri. Kita ingin memberi vibe positif untuk semua orang, walaupun kita sadar situasi Indonesia tidak sedang baik-baik saja,” ujar JPI.

    Album “IV” menjadi rilisan pertama Take Over bersama label Wave Music Record. Menurut JPI, kerja sama ini diharapkan dapat memaksimalkan promosi dan membuka peluang tur.

    “Kita anak band, band panggung. Tujuan kita jelas: bisa roadshow dan tampil langsung di hadapan penonton. Kita bukan content creator,” tegasnya.

    Dengan komposisi lagu yang energik dan aransemen yang padat, Take Over dan JPI optimistis “IV” akan mendapat tempat di hati pendengar musik rock dan pop punk tanah air.

  • JPI Siap Garap Album Baru Solo, Nasib Boomerang Reload Bagaimana?

    MUSIK + – Gitaris legendaris John Paul Ivan (JPI) akhirnya muncul membawa kabar mengejutkan warganet melalui unggahannya di media sosial. Di akun medsosnya, JPI membocorkan ada tiga lagu baru yang digarapnya.

    Banyak komentar warganet, yang berharap itu lagu untuk Boomerang Reload. Sebab, sebelumnya sudah ada berita terkait akan merilis album baru Boomerang Reload bersama vokalis anyarnya, Irang Arkad (eks BIP). Namun, kini JPI memastikan bahwa rencana tersebut belum bisa terwujud dalam waktu dekat.

    “Pembuatan album baru untuk Boomerang Reload belum bisa dilaksanakan. Situasi sekarang belum mendukung untuk itu. Banyak faktor yang masih belum memungkinkan terwujud. Semoga nanti ada waktunya. Jadi, saya mohon maaf bagi yang sudah menanti-nanti album barunya Boomerang Reload,” ungkap JPI, Minggu (25/05/2025).

    JPI menambahkan, meskipun sudah menyiapkan materi lagu baru dan bahkan beberapa sudah diisi vokal oleh Irang, ia memutuskan untuk fokus pada proyek solonya.

    “Saya akhirnya memutuskan untuk membuat dan merilis album solo kedua saya saja. Tahun 2025 ini juga momennya pas, karena album solo pertama saya rilis tahun 2015. Sudah satu dekade, ya, lama juga saya nggak aktif bikin album solo,” jelasnya.

    Berbeda dengan album solo pertamanya, JPI menyebut konsep kali ini akan lebih matang secara musikal dan lirik.

    “Album solo ini berbeda, karena saya yang menulis semua liriknya, dan akan ada empat vokalis yang mengisi track vokal. Rencananya, album ini akan berisi 10 lagu,” imbuh JPI.

    Seluruh proses aransemen dan produksi rekaman dilakukan JPI sendiri di studio rumahnya. Ia berjanji akan menghadirkan karya rock yang segar dan penuh makna.

    “Saya akan memberikan sajian lagu-lagu rock yang sangat fresh secara musikalitas dan sound-nya, juga lirik-lirik yang punya pesan moral mendalam. Jadi tunggu saja jadwal rilisnya, kira-kira di bulan Juli 2025 ini album solo kedua saya sudah bisa dinikmati,” paparnya.

    Dengan langkah ini, para penggemar Boomerang Reload harus bersabar lebih lama. Namun, kembalinya JPI dengan album solo barunya tentu menjadi kabar menggembirakan bagi penikmat musik rock Tanah Air.

  • Fritz Faraday Resmi Di-Endorse oleh Blackstar Amplification

    MUSIKPLUS – Fritz Faraday, gitaris ikonik sekaligus motor unit djent metal asal Indonesia, Bless The Knights resmi di-endorse oleh merek amplifier, Blackstar Amplification. Hal ini diumumkan PT. Citra Intirama sebagai distributor instrumen musik terbesar di Tanah Air.

    Head of Marcomm PT. Citra Intirama, Rizky Milaz mengatakan bahwa nama Fritz sudah lama menjadi target sebagai duta merek. Hal itu kemudian berhasil menjadi kenyataan saat kedua pihak menandatangani kontrak yang berlangsung selama tiga tahun ke depan.

    “Fritz telah lama menjadi incaran kami untuk dijadikan brand ambassador, menemani produser terkenal Denny Chasmala, yang sebelumnya telah lebih dahulu menjadi brand ambassador Blackstar Amplification,” ucap Rizky Milaz.

    “Kami percaya bahwa kehadiran Fritz di keluarga Blackstar akan membawa dampak positif bagi brand ini di Indonesia, terutama di skena metal modern,” tuturnya.

    Kerja sama endorsement dengan Blackstar Amplification tidak hanya menandai pencapaian besar dalam karier musik Fritz, tetapi juga menempatkan nama Indonesia dalam peta dunia musik internasional, terutama dalam genre djent yang semakin berkembang.

    Fritz Faraday dikenal karena keterampilan bermain gitarnya yang memukau dan penampilannya yang luar biasa di atas panggung. Sejak memulai karier musiknya pada tahun 2009 bersama band Blitzkrieg, ia telah berhasil menarik perhatian banyak penggemar musik.

    Unit musik besutannya tersebut pernah menjadi pembuka untuk eks drummer Dream Theater, Mike Portnoy, di Jakarta, yang menjadi momen bersejarah dalam perjalanan kariernya.

    Sementara Bersama Bless The Knights, Fritz juga telah menghasilkan karya-karya luar biasa yang telah membawa nama band ini dikenal di industri musik Indonesia terutama sebagai pelopor musik djent.

    Dikenal tidak hanya karena kemampuan teknisnya dalam bermain gitar, tetapi juga karena sikap profesional dan etika kerjanya, Fritz Faraday telah menjadi teladan bagi banyak musisi muda.

    “Saya sangat bersemangat untuk dapat berkolaborasi dengan Blackstar Amplification. Produk mereka sudah terkenal di kalangan musisi dunia, dan saya merasa terhormat bisa menjadi bagian dari keluarga Blackstar,” kata Fritz Faraday dalam keterangannya saat acara penandatanganan kontrak endorsement.

    Tidak hanya dikenal di dunia musik, Fritz juga sangat sukses di bidang pendidikan. Ia memiliki gelar S1 di Teknik Kimia dari Universitas Indonesia dan Curtin University-Perth, serta gelar S2 di bidang Bisnis dari Prasetiya Mulya.

    Head of Marcomm PT. Citra Intirama, Rizky Milaz mengatakan bahwa nama Fritz sudah lama menjadi target sebagai duta merek.

    Kombinasi antara pendidikan yang mumpuni dan karier musik yang cemerlang menjadikannya sebagai sosok yang inspiratif.

    “Dalam setiap langkah yang saya ambil, saya selalu berusaha untuk belajar dan mengembangkan diri, baik sebagai musisi maupun sebagai individu. Pendidikan adalah bagian penting dari perjalanan saya,” kata Fritz.

    Sejak 2009, Fritz Faraday telah mengukir namanya di skena musik Indonesia. Bersama Bless the Knights, ia telah meraih tiga kali nominasi AMI Awards, pada tahun 2016, 2019, dan 2023.

    Keberhasilan ini menunjukkan dedikasi dan bakat luar biasanya yang terus diakui oleh industri musik. “Nominasi AMI Awards adalah salah satu pencapaian tertinggi dalam karier saya, dan saya sangat bersyukur atas pengakuan tersebut,” ujar Fritz.

    Selain Blackstar Amplification, Fritz juga merupakan endorsee dari beberapa merek ternama lainnya, termasuk Solar Guitars, NUX Audio, Avara In Ear Monitor, Laidback Pick, dan Fivefingers String Dampener. Dukungan dari merek-merek ini menandakan kepercayaan yang tinggi terhadap bakat dan reputasinya sebagai salah satu gitaris terbaik di Indonesia.

    Dengan resmi di-endorse oleh Blackstar Amplification, Fritz Faraday berharap dapat membawa musik djent Indonesia ke level yang lebih tinggi. Ia ingin menjadikan pengalaman dan pengetahuannya dalam musik sebagai inspirasi bagi generasi muda musisi tanah air.

    “Saya ingin menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, kita bisa mencapai impian kita. Mari kita bersama-sama mengangkat musik Indonesia ke kancah internasional,” ucapnya.

    Fritz berencana untuk menggunakan kesempatan ini untuk menjalin kolaborasi dengan musisi lain, menciptakan karya-karya baru dan memamerkan kemampuan musiknya di berbagai festival dan acara, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

    Dia yakin bahwa dukungan dari Blackstar Amplification akan memfasilitasi pencapaian tersebut. Kabarnya Fritz juga akan didapuk menjadi international artist yang namanya akan terpampang di website resmi Blackstar Amplification.

     

  • Nicki Minaj Bakal Jalani Tur Dunia Bertema Pink Firday 2

    MUSIKPLUS – Penyanyi dan rapper Nicki Minaj bersiap untuk melakukan perjalanan kedua dalam tur dunia Pink Friday 2.

    Ditulis laman Billboard, Jumat (16/08), tur yang akan diadakan di Amerika Utara ini akan dimulai pada bulan September.

    Pada Jumat waktu setempat, Nicki memberitahu penggemarnya Barbz melalui media sosial akan ada banyak kejutan yang tersimpan untuk tur keduanya kali ini. Hal itu termasuk perubahan set, pilihan pakaian yang berbeda, dan bahkan mungkin musik baru untuk dibawakan.

    Minaj juga merekrut saudara laki-lakinya di Young Money, Tyga, serta kolaborator “Whole Lotta Money” BIA dan Skillibeng sebagai pembuka tur.

    “Katakan saja Anda tidak ingin melewatkannya, kalian semua tahu saya seorang wanita merah muda yang jujur. #GagCityReloaded akan menjadi mimpi indah dan ajaib yang menjadi kenyataan. Lebih baik daripada babak pertama & itu tidak mudah dilakukan,” tulisnya.

    Ia juga mengucapkan terima kasihnya kepada tim yang bekerja sama dengannya.

    “Kepada artis tamu yang akan tampil di kota mereka, terima kasih sebelumnya; dan kepada 3 TALENTA ini (yang sangat saya cintai & hormati) karena membawa G6 ke #GAGCITY hanya untuk Barbz & saya. @tyga@bia@skillibeng. TERIMA KASIH!!!!!!!!” lanjutnya.

    Tur Dunia Pink Friday 2 telah mengukir sejarah dengan Minaj yang memegang gelar tur rap terlaris yang pernah dilakukan oleh seorang wanita.

    Tur ini juga masuk dalam 10 besar tur rap terlaris sepanjang masa. Menurut jumlah yang dilaporkan ke Billboard Boxscore , Tur Dunia Pink Friday 2 meraup 67 juta dollar AS dan menjual 439.000 tiket untuk putaran pertama di Amerika Utara.

    Tur Dunia Pink Friday 2 akan memulai putaran kedua di Philadelphia pada tanggal 4 September. Ada juga pertunjukan di Madison Square Garden, Cleveland, Dallas, Los Angeles, San Diego, Kansas City, Jacksonville, Miami di New York City dan ditutup dengan pertunjukan di kota kelahirannya pada tanggal 11 Oktober di UBS Arena, Long Island, yang berbatasan dengan Queens.