Penulis: Irish Blackmore

  • Oasis Rampungkan 41 Tur Reuni Selama 142 Hari

    Oasis Rampungkan 41 Tur Reuni Selama 142 Hari

    MUSIK+ – Tur konser reuni akbar Oasis yang bertajuk Live ‘25 telah mencapai titik akhir dengan cara spektakuler. Noel dan Liam Gallagher cs telah berkeliling dunia selama 142 hari untuk merampungkan 41 pertunjukan.

    Adapun, pertunjukan terakhir dilangsungkan di MorumBIS, São Paulo, Brasil pada Minggu, 23 November waktu setempat.

    Selama rangkaian tur, termasuk tujuh pertunjukan di London, enam di Manchester, dua di Jepang, dan lima di AS, Oasis konsisten menampilkan setlist yang sama—menghadirkan campuran hit-hit supersonic mereka.

    Konser terakhir tak terkecuali, dibuka dengan “Hello”, dilanjutkan dengan “Acquiesce”, “Morning Glory”, serta lagu-lagu ikonis seperti “Cigarettes & Alcohol”, “Wonderwall”, dan “Champagne Supernova”.

    Momen yang tak terlupakan terjadi saat akhir pertunjukan pamungkas di São Paulo. Berdasarkan video penggemar yang diunggah fi X, Liam terlihat memberikan tamborin dan marakasnya kepada Noel, diikuti dengan pelukan hangat yang menutup seluruh rangkaian tur.

    Sebelumnya, Liam juga melontarkan janji perpisahan yang penuh makna kepada para penonton sebelum menyanyikan lagu penutup “Champagne Supernova”.

    “Kami mencintai kalian, terima kasih atas semua energi kalian. Jaga diri kalian baik-baik dan kami akan bertemu kalian lagi di lain waktu,” kata Liam.

    Aksi panggung tersebut kian memperkuat rumor bahwa Live ’25 bukanlah akhir dari reuni Oasis. Desas-desus mengenai lebih banyak pertunjukan, khususnya di Knebworth atau Stadion Etihad pada tahun depan, semakin santer terdengar. Rumor ini muncul mengingat tahun 2026 akan menjadi peringatan 30 tahun konser besar mereka di Knebworth dan Maine Road.

    Spekulasi tersebut bahkan sempat “secara tidak sengaja” dikonfirmasi oleh seorang anggota House of Lords di Inggris bulan lalu.

    Pada 22 Oktober, Lady Taylor dari Stevenage mengklaim Oasis akan memainkan lima pertunjukan ulang tahun berturut-turut di Knebworth House tahun depan, sebelum kemudian meralat pernyataannya.

    “Saya berbicara secara hipotesis menyusul spekulasi bahwa mereka akan bermain Knebworth lagi seperti yang mereka lakukan pada Agustus 1996. Saya memahami band ini belum mengonfirmasi hal ini,” kata Taylor, mengutip Guardian.

    Liam Gallagher sendiri telah memberikan petunjuk terselubung tentang kemungkinan tanggal lanjutan. Ketika seorang penggemar bertanya di media sosial apakah ia merasa bersedih karena tur akan segera berakhir, Liam memberikan jawaban yang mengisyaratkan bahwa Oasis belum akan melambat: “Aku sebenarnya tidak sedih karena aku tahu hal-hal yang tidak kamu ketahui.”

    Bahkan, saat pertunjukan terakhir di Wembley pada September, Liam sempat berjanji kepada penggemar untuk bertemu kembali tahun depan. “Sampai jumpa tahun depan,” katanya.

    Meski demikian, manajer Oasis, Alec McKinlay, sempat menepis harapan penggemar akan musik baru dengan mengatakan, “Tidak, tidak ada rencana untuk musik baru apapun.”

    Terlepas dari ketidakpastian perilisan musik baru, tur reuni ini telah mengobati kerinduan banyak pihak. Paul ‘Bonehead’ Arthurs, gitaris Oasis, sempat mengungkap rasa terima kasihnya melalui X.

    Sementara putri Noel, Anais, membagikan unggahan panjang di Instagram yang merangkum perasaannya.

    “Tahun terhebat dalam hidup saya, dihabiskan bersama orang-orang terhebat, diiringi oleh band terhebat. Apa yang dulu dianggap mustahil menjadi mungkin. 41 pertunjukan. 142 hari. Kenangan seumur hidup,” kata Anais.

  • Fakhira Adhyaksa Resmi Merilis Single Debut “Cintaku di Istanbul”

    Fakhira Adhyaksa Resmi Merilis Single Debut “Cintaku di Istanbul”

    MUSIK+ Putri Mantan Menpor Adhyaksa Dault, Fakhira Adhyaksa,  memulai debutnya di jagad musik Indonesia dengan merilis single karya Imaniar dan Jaja berjudul ” Cintaku di Istanbul”.

    Tak sendiri, dalam debutnya ini Fakhira atau yang akrab disapa Fafa menggandeng penyanyi jebolan ajang pncar bakat PopStar bernama Dandy.

    Fakhira mengaku bahwa tak mudah menekuni dunia tarik suara, namun berket kemauan kerasnya akhirnya ia sukses merampungkan singlenya.

    ” Menyanyi adalah hal baru buat aku, dan dan belum pernah dilakukan, saya belajar dari nol banget dan aku disini ditantang banget teknik dalam menyanyi. Thanks  tante imaniar,” kata Fakhira, dalam jumpa pers perilisan single, yang digelar di XXI Lounge, Plaa Senayan, Jakarta, Minggu (23/11/2025).

    Sementara Imaniar selaku pencipta lagu sekaligus mentor bagi Fakhira mengaku tertantang untuk memoles vokal Fakhira yang polos.

    “Setelah mendengar cara Fakhira nyanyi, saya tertantang banget untuk memoles karakter vokalnya yang polos. Saya nggak mau menjadikan seperti siapa, tetapi saya berusaha mempertahankan vokal Fakhira biar menjadi warna tersendiri di dunia musik,” kata Imaniar.

    Rekan duetnya Dandy mengaku senang bisa berduet dngan Fakhira, dirinya merasa tertantang untuk megekplor kemamuan vokalnya.

    “Vokal Fakhira atau cewek pada umunya kan tinggi ya, kalau cowok rendah, jadi saya merasa tertantang untuk nynyi dengannya, apalagi lagunya modulasinya beda cord, jadi saya mesti menyesuaikan agar lagunya bisa menjadi indah dan romantis sesuai isi liriknya,” kata Dandy.

    Sementara sang ayah Adhyaksa Daul mengaku mendukung apa yang dilakukan putri tunggalnya menekuni dunia nyanyi. Meski secara bathin Adhyaksa mengaku lebih senang putrinya berkarir sebagai sutradara.

    “Dia itu dulu pinginnya jadi sutradara, aku ndukung banget dia jadi sutradara, tetapi sekarang dia pengin nyanyi, aku malah nggak tau kalau dia bsa nyanyi. Sebagai rang tua ya dukung aja apa kemauan dia. Tapi aku sebenernya dukung dia jadi sutradara, kata Adhyaksa sambil bercanda dengan Fakhira.

    Lebih lanjut Adhyaksa mengaku  bahwa lagu Cintaku di Istanbul ini cocok untuk dijadikan soundtrack film.

    “Lagu ini sebetulnya cocok untuk jadi sountrack film, makanya aku undang juga Hanung Bramantyountuk hadir disini, semoga nanti kedepan bisa jadi soundtrack film,” tambah Adhyaksa.

    Baik Fakhira, Adhyaksa, Dandy, Imaniar maupun  Jaja selaku pembuat lirik berharapagar single Cintaku di Istanbul bisa disukai oleh masyarakat pecinta musik di Indonesia.

  • Aerosmith Rilis Ep “One Mre Time” Usai Hiatus Lebih dari Satu Dekade

    Aerosmith Rilis Ep “One Mre Time” Usai Hiatus Lebih dari Satu Dekade

    MUSIK+ – Aerosmith, salah satu raksasa rock legendaris dunia, kembali dengan musik baru setelah lebih dari satu dekade vakum tanpa rilisan.

    Kembalinya Steven Tyler cs ditandai dengan kolaborasi lintas generasi bersama musisi asal Inggris, Yungblud, lewat extended play (EP) bertajuk “One More Time”.

    Proyek dengan lima lagu ini menjadi jembatan yang menyatukan dua era rock melalui empat materi orisinal dan satu remix dari lagu klasik yang dihidupkan kembali.

    Empat lagu baru dalam koleksi ini ditulis bersama oleh Aerosmith dan Yungblud, dengan Tyler dan Yungblud berbagi tugas vokal secara bergantian.

    Nuansa rock Aerosmith tetap terasa kuat berkat sound khas gitaris Joe Perry yang menjadi jangkar utama dalam keseluruhan rilisan.

    Judul dari materi tersebut adalah “My Only Angel”, “Problems”, “Wild Woman”, dan “A Thousand Days”.

    Selain materi baru, EP ini menampilkan lagu klasik Aerosmith, “Back in the Saddle”, yang direkam ulang dengan sentuhan Yungblud dalam versi remix tahun 2025.

    Menariknya, kehadiran EP ini datang di saat nama Yungblud sedang hangat diperbincangkan, menyusul kritik keras yang ia terima pasca penampilannya bersama Aerosmith dalam acara penghargaan MTV Video Music Awards (VMAs).

  • David Coverdale Umumkan Pensiun Dari Dunia Musik

    MUSIK+ – Kabar mengejutkan datang dari jagad musik rock dunia. Legenda musik rock asal Inggris berusia 74 tahun David Coverdale telah mengumumkan pensiun dari hingar-bingar dunia musik.

    Mantan vokalis Deep Purple pada 1974-1975 ini mengabarkan keputusannya untuk pensiun dalam sebuah pesan video.

    “Tuan-tuan dan nyonya-nyonya, anak-anak dan perempuan, saudara-saudara snake, pengumuman khusus untuk Anda. Setelah 50 tahun-plus perjalanan yang luar biasa bersamamu, dengan Deep Purple, dengan Whitesnake, Jimmy Page, beberapa tahun terakhir telah sangat jelas bagi saya bahwa sudah waktunya benar-benar bagi saya untuk menggantung sepatu platform rock and roll saya dan celana jeans kulit saya,” kata David Coverdale.

    Coverdale melanjutkan,  “Dan seperti yang Anda lihat, kami telah merawat wig singa. Tapi sudah waktunya bagi saya untuk menyebutnya sehari,” lanjutnya.

    Dalam video tersebut, David mengucakan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu selama menjalani karir musiknya yang sangat panjang.

    “Aku sangat mencintaimu. Saya berterima kasih kepada semua orang yang telah membantu dan mendukung saya dalam perjalanan yang luar biasa ini, semua musisi, kru, penggemar, keluarga. Sungguh menakjubkan, tetapi ini benar-benar saatnya bagi saya untuk menikmati masa pensiun saya. Dan kuharap kau bisa menghargainya. Sekali lagi, aku mencintaimu sepenuh hati. Selamat tinggal.” tutup Coverdale.

    Sebelum mendirikan band Whitesnake pada tahun 1978, Coverdale pernah bergabung dengan Deep Purple dalam 3 album yaitu  B”Burn” tahun 1974, “Stormbringer” juga tahun 1974 dan album Come Taste The Band di tahun 1975.

    Ia juga pernah membuat album duo dengan gitaris Led Zeppelin Jimmy Page pada tahun 1991 dengan judul album Coverdale /Page.

  • Day Zero Festival Bakal Digelar di Bali Tahun Depan

    Day Zero Festival Bakal Digelar di Bali Tahun Depan

    MUSIK+  – Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai perayaan musik elektronik paling spiritual dan eksklusif di jantung hutan Tulum, Meksiko, Day Zero Festival yang digagas Damian Lazarus akhirnya mengumumkan ekspansinya ke Asia Tenggara.

    Bali terpilih menjadi panggung debut Day Zero pada 17 April 2026. Keputusan ini, menurut Lazarus, bukan sekadar urusan bisnis, melainkan panggilan jiwa yang dipicu oleh “energi kosmik” Bali.

    Perluasan ini menjadikan tahun 2026 sebagai periode monumental bagi Day Zero. Keputusan untuk memperluas jangkauan itu sendiri dilakukan dengan sangat selektif.

    “Tidak pernah ada rencana konkret untuk Day Zero di luar rumah spiritual kami di Tulum. Namun, selama bertahun-tahun, tim saya dan saya telah bepergian ke banyak tempat terpencil, menjajaki peluang baru—seringkali atas undangan produser dan promotor acara yang sudah mapan,” kata Lazarus, dikutip Billboard, Sabtu, 14 November.

    “Kami telah sangat berhati-hati dalam ekspansi kami, tidak pernah ingin terburu-buru melakukan sesuatu yang tidak terasa benar-benar tepat untuk kami semua,” smabungnya.

    Adapun, Day Zero Bali akan diproduksi melalui kemitraan dengan Savaya Group, tim produksi yang dikenal menyelenggarakan acara musik dansa di Bali, Jakarta, dan sekitarnya.

    Keahlian Savaya dalam produksi acara di Pulau Dewata menjadi alasan utama terjalinnya kolaborasi ini.

    “Beberapa tahun yang lalu, saya juga mulai menjelajahi Bali sebagai tujuan potensial untuk menenun keajaiban kami. Saat saya menghabiskan lebih banyak waktu di sana, menyelami kekayaan budaya, tradisi, dan energi kosmiknya, saya jatuh cinta sedalam-dalamnya pada pulau ini,” ujar Lazarus. “Koneksi itu membawa saya untuk memulai dialog dengan Savaya Group, yang langsung saya kenali sebagai mitra sempurna untuk membantu mewujudkan visi yang telah saya kembangkan—sebuah festival spektakuler yang berlatar tempat luar biasa yang saya temukan.”

    Sebelum mendarat di Bali, festival yang kental dengan nuansa deep house dan tech house spiritual ini akan singgah lebih dulu di São Miguel dos Milagres, sebuah kota di pesisir utara Alagoas, Brasil, pada 3 Januari 2026.

    Sepekan setelahnya, pada 10 Januari 2026, Day Zero akan kembali ke ‘rumah spiritual’ aslinya di Tulum, yang telah menjadi lokasi tahunan sejak 2012.

    Edisi Tulum akan menampilkan DJ Mau P, Seth Troxler, Nicola Cruz, Damian Lazarus sendiri, dan banyak nama besar lainnya yang akan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang.

    Lazarus melanjutkan, alasan penambahan dua edisi baru Day Zero tahun tahun depan dikarenakan keyakinannya bahwa tahun 2026 adalah waktu yang tepat untuk berekspansi.

    Ia mengatakan, tim Day Zero terdiri dari individu yang sangat berbakat dan terhubung secara istimewa di Meksiko setiap tahun untuk menciptakan pengalaman dunia lain.

    “Kami membahas ide untuk membawa cinta dan niat tulus kami ke tempat-tempat istimewa lainnya dan sepakat bahwa kami mampu membangun apa yang telah kami ciptakan sejauh ini; kami semua mendengar panggilan untuk menciptakan keajaiban semacam ini di beberapa tempat lain,” tuturnya.

    Ia juga menjelaskan, lokasi Day Zero sangat memengaruhi pilihan artis yang akan tampil. “setiap lokasi berbicara kepada saya dengan cara yang berbeda. Saya harus melihat lokasi dan mencoba membayangkan apa yang akan dan tidak akan berhasil di setiap lokasi. Saya mencoba membuat daftar artis sambil berjalan di lokasi, membayangkan bagaimana kami akan mengubah tempat itu dan jenis suara seperti apa serta artis dan kepribadian seperti apa yang akan bersinar di sana,” ungkapnya.

    Lazarus memastikan, tiga acara di Tulum, Brasil, dan Bali akan menjadi satu-satunya edisi Day Zero yang diadakan sepanjang tahun 2026. Hal ini didasari tuntutan produksi yang sangat detail.

    “Kami tidak pernah ingin mengurangi etika kami, perhatian dan detail kami, aktivasi keberlanjutan kami, atau koneksi tulus yang dipimpin oleh pertunjukan kami dengan masyarakat adat dan tradisi mistis,” tandasnya.

  • Duet Fakhira Adhyaksa dan Dandy Bersiap Rilis Single “Cintaku di Istanbul” Karya Imaniar dan Jaja

    Duet Fakhira Adhyaksa dan Dandy Bersiap Rilis Single “Cintaku di Istanbul” Karya Imaniar dan Jaja

    MUSIK+ – Penyanyi sekaligus musisi senior Imaniar terus menunjukkan eksistensinya di kancah musik Indonesia dengan memenori dua penyanyi yaitu Fakhira Adhyaksa dan Dandy.

    Keterlibatan Imaniar bukan hanya sekedar mentor, tetapi Bersama Jaja ia juga menulis lagu berjudul “Cintaku di Istanbul”.

    Bagi Dandy, kerja bareng Imaniar bukan hal baru, Dandy mengaku sudah kerja bareng sejak 2006 silam hingga sekarang.

    “Saya mulai kerja bareng nyanyi dengan mbak Imaniar sejak 2006, sebelumnya dulu aku  join satu grup namanya sport itu jebolan dari Popstar,  ada 5 pemenang 3 cowok 3 cewek, dan sudah sempet merilis single di bawah naungan Warner music Indonesia kata Dandy, di Jakarta, Sabtu (16/11/2025).

    Kini Imaniar mencoba menawarkanDandy berduet dengan penyanyi baru yaitu Fakhira Adhyaksa, dan tawaran duet tersebutlangsung dierima oleh Dhandy.

    “Pas aku denger lagu danliriknya bagus banget, Jadi tambah lebih semangat buat rekaman, hasilnya bagus banget. Video klipnya juga bagus, melampaui ekspektasi saya,” lanjut Dandy.

    Senada dengan Dandy, Fakhira juga mengungkapkan hal yang sama, Ia mengaku kenal dengan Imaniar juga sudah cukup lama. Bahkan dirinya meminta langsung Imaniar menjadi guru vocal privatatnya.

    “Saya sudah sejak lama pingin banget rilis single lagu, dan akhirnya mbak Imaniar menawarkan lagu “Cintaku di Istanbul”, saya langsung setuju, karena melodi lagu dan liriknya bagus banget,” kata Fakhira.

    Sementara Imaniar mengaku bahwa dirinya tertarik dengan vocal Fakhira yang terdengar sangat polos dan jernih

    “Vokal Fakhira sngt simpel, polos dan jernih, membuat saya punya intuisi utk menciptakan lagu cinta yang romantis dan bermakna dalam. Vocal Fakhira yang polos sehrusnya berpasangan dengan vocal pria bersuara matang dan macho, maka saya pilih Dandy untuk berduet,” kata Imaniar.

    Ide Imaniar pun disetujui Fakhira, akhirnya terjadilah kolaborasi Fakhira Adhyaksa dan Dandy yang membawakan lagu “Cintaku di Istanbul, karya Imaniar dan Jaja.

    “Dandy itu pemenang lomba nyanyi PopStar yg diadakan TransTV yang kebetulan saya slah satu jurinya. Fakhira dan Dandy setuju utk berduet, dan saya kontak sahabat saya Jaja yg mahir bikin lirik puitis, mka terciptaah sebuah lagu “Cintaku di Istanbul,” lanjut Imaniar.

    Saya lihat trend skrng utk kota2 cinta bukan lagi Paris atau London,, melainkan kota Istanbul dimn bnyk sejarah kisah cinta yg di filmkan smpai ditonton jutaan orang serta kotanyapun klasik dan indah. Akhirnya saya dan Jaja melahirkan karya cipta ” Cintaku di Istanbul”.

    Teffy Mayne dipilih untuk menggarapmusiknya yang sudah terkenal pakar dalam mengaransir lagu-lagu melankolis dan megah.

    “Hasil rekaman suara Fakhira dan Dandy dgn aransemen musik Teffy Mayne tidak saya sangka menjadi luarbiasa!  begitu menyatu, harmonisasi duet yg saling mengisi,  match banget mmbuat yang mendengar lagu ini terbawa ke suasana penuh cinta yangg romantis, se romantis kota Istanbul,” lanjut Imaniar lagi.

    Diakhir perbincangannya dengan awak media, Fakhira mengaku bahwa lagu ini akan dirilis pada akhir November 2025.

    “ Single ini rencanaya akan dirilis 23 November, mohon do’anya ya!. Semoga lagu ini bisa disukai oleh  masyarakat luas, terutama pecita music Indonesia,” tutup Fakhira.

  • Once Mekel Gandeng Franky Raden Inisiasi Terbentuknya Orkestra Tradisional Beranggotakan Talenta Muda

    Once Mekel Gandeng Franky Raden Inisiasi Terbentuknya Orkestra Tradisional Beranggotakan Talenta Muda

    MUSIK+ –  Musisi Once Mekel menunjukkan kepedulian dan menaruh perhatian kusus terhadap kebudayaan Indonesia. Hal ini ia tunjukkan dengan membentuk orkestra pemuda dengan memadukan alat musik tradisional daerah yang ada di Indonesia.

    Menariknya orkestra yang digagas Once ini beranggotakan talenta-talenta muda, yang sebagian besar masih duduk di bangku sekolah SMK.

    Menurut Once, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dirinya, akan adanya  regenerasi kdepan.

    ” Saya pingin kebudayaan ini ada semacam regenerasi berkesinambungan, makanya saya mengajak para pemain orkestra muda ini untuk menggelar sebuah konser orkkestra dengan memadukan alat musik tradisional yang ada di Indonesia,” kata Once, saat ditemui di De Heng, Kawasan Kemang, pada Sabtu (18/10).

    Tak hanya regenerasi, acara ini juga bertujuan untuk  melestarikan, mengembangkan dan memanfaatkan kebudayaan.

    ” Selain regenerasi, yang terpenting juga adalah pelestarian, kemudian engembangan dan pemanfaatan. Jadi tiga unsur ini harus jalan bersamaan. Selain melestarikan, kita juga harus mengembangkan, bisa saja dengan berimprovisasi dengan menggabungkan orkestra dengan alat tradisional atau yang lain. Kemudian pemanfaatan, jadi bagi para pemainnya juga harus mendatangkan manfaat, misalnya dengan menggelar konser berkelanjutan tau semacam Roed Show, jadi dengan begitu manfaatnya bisa dirasakan baik oleh pemain maupun masyarakat.” lanjut Anggota Komisi X DPR RI ini.

    Tak sendirian, dalam menyelenggarakan acara ini Once berkolaborasi dengan maestro musik tradisi yaitu Franki Raden, dan Lexi M Budiman dari DeHeng House sebagai tempat penyelenggaraan acara.

    Franky Raden  yang selama ini kita kenal getol menggelar konser musik tradisi Indonesia keliling manca negara mengapresiasi ide dari Once Mekel.

    ” Konser orkestra ini aku pikir ide pribadi Once ya, meskipun dia ada di Komisi X DPR RI, dan ini menurut saya ide :gila” juga, apalagi semua biaya dia cover sendiri. Jadi ini sebagai bukti bahwa Once memiliki kepedulian yang kuat melestarikan, mengembangkan dan meanfaatkan t musik tardisional itu tadi,” kata Franki Raden.

    Lebih lanjut, Franki Raden menamahkan bahwa gagasan Once untuk melestarikan, mengembangkan dan memanfaatkan ini langsung diterjemahkan secara nyata.

    “Gagasan Once melestarikan itu nanti akan saya wujudkan, caranya begini, nanti pas latihan kita akan undang sekolah-sekolah untuk nonton, atau kita sebut Open Reharsal. Jadi dari situ secara langsung bisa memotivasi anak-anak lain untuk menyukai kemudian menarik minat untuk  bermain alat musik, terutama tradisional. Dengan cara ini kita sudah melakukan pelestarian dan pengembangan, ” lajut Franky.

    Berawal dari sini, baik Franki dan Once berharap kedepan pemerintah berperan akif untuk  bisa membentuk semacam State Orchestra.

    ” Saya berharap banget, Indonesia ini punya semacam “State Orchestra”, seperti London Orchestra, Berlin Orchestra. Jadi saya berharap negara dalam hal ini pemerintah harus membuat, mereka diposisikan seperti pegawai negri yang digaji, dikasih tunjangan kesehatan dan lain-lain. Semoga konser yang digagas Once bisa menjadi cikal bakal lahirnya State Orchestra,” tutup Franki./Ib.

  • Tantowi Yahya Ingin Musik Country Punya Ajang Tahunan Seperti Java Jazz

    MUSIK+ – Gelaran musik tahunan Country Music Club of Indonesia (CMCI) memang sempat madeg untuk beberpa waktu.  Bukan hanya pagelarannya saja yang madeg, namun juga regenerasinya yang tersendat.

    Hal itu diakui presiden CMCI  Tantowi Yahya disela-sela acara  October Bash yang digelar di Bandung, pada Sabtu (13/10/25).

    “Di Indonesia musik country masih identik dengan orang tua, gunung, dan ndeso. Jadi, anak muda enggak mau, apalagi generasi Z. Padahal, di luar negeri, musik country berkembang seperti musik lain, karena kemasannya berbeda,” kata Tantowi pada 1st Annual Country Music Gathering October Bash di Bumi Sangkuriang, Jalan Kiputih, Kota Bandung, Sabtu, 11 Oktober 2025.

    Tantowi menambahkan, di Indonesia, stigma musik country itu koboi dan orang-orang tua. “Pelan-pelan kami ubah,” kata Tantowi  Tantowi menyebutkan, salah satu wujud regenerasi musik country di Indonesia lahir dari Bandung melalui band Crossroads yang personelnya berusia 17-24 tahun.

    Kemudian, komunitas country line dance juga sudah mulai masuk ke anak muda. Biar bagaimana pun, kata Tantowi, generasi penerus harus diisi anak muda.

    “Regenerasinya pelan-pelan, karena memang enggak mudah. Akan tetapi, saya optimistis, musik country di Indonesia akan terus beregenerasi. Soalnya untuk memperbesar dan memperpanjang umur satu genre harus melibatkan anak muda, karena mereka yang akan meneruskan,” lanjut Tantowi.

    Menurut Tantowi, CMCI akan meneruskan yang telah dilakukan sebelumnya. Salah satunya, masuk ke sekolah, seperti sekolah dasar, kemudian CMCI tampil. Selain itu event-event kecil di daerah akan dihidupkan lagi.

    “Dengan cara yang persuasif, divisi pendidikan CMCI akan kasih coaching. Tak hanya praktik musik country, tapi juga teori-teori musik country dan line dance. Kami akan pakai Crossroads sebagai peluru CMCI, karena mereka masih muda dan menjadi penerus kami untuk masuk ke anak muda,” sambung Tantowi.

    Ciri khas Indonesia  Selain regenerasi, tantangan lain yang dihadapi CMCI adalah menciptakan musik country berciri khas Indonesia. Seperti Australia yang sukses menciptakan musik country ala Australia dengan memakai instrumen tradisional didgeridoo. Begitu pula dengan Meksiko dan Prancis yang memiliki warna musik country sendiri.

    “Kami sedang mencari bagaimana musik country Indonesia. Saya sendiri, sebagai musisi belum mendapatkan rekognisi bagaimana musik country Indonesia,” ujar Tantowi.

    Sebagai wadah penggiat, pemerhati, dan penyuka musik country, 1st Annual Country Music Gathering menjadi momentum penting bagi perjalanan CMCI untuk mengawali perhelatan tahunan para musisi, pecinta, penikmat, dan aktivis musik country di Indonesia.

    Tantowi menegaskan, CMCI bukan sekadar kumpulan penggemar musik country. Akan tetapi, mereka membina persaudaraan dan menjalin silaturahmi. Kendati dihuni ratusan anggota yang terdiri atas lintas agama, ras, budaya, dan suku, tapi mereka disatukan oleh musik country.

    Dengan kembalinya CMCI, kata Tantowi, kegiatan musik country, baik panggung, pendidikan, dan aktivitas sosial akan kembali hidup dan menggeliat.  Tantowi mengaku, mimpinya membuat festival musik country, seperti jazz dengan Java Jazz Festival. Jadi, setiap tahun, para pencinta musik country dan musik pada umumnya akan menantikan acara tersebut.

    “Penginnya diadakan setiap bulan Oktober, makanya namanya October Bash. Tahun depan, bikinnya tetap di Bandung atau kota lain, yang pasti tiap tahun ada October Bash,” ujar Tantowi./Ib.

  • No Doubt Bakal Konser Residensi di Sphere Las Vegas

    MUSIK+  – Kelompok musik No Doubt telah sepakat menggelar konser reuni setelah kemunculan mereka di FireAid di Januari lalu. Mereka akan melangsungkan show residensi di Las Vegas Sphere, venue ikonik yang dikenal dengan teknologi yang imersif.

    Mengutip Rolling Stone dan TMZ, band asal Orange County tersebut akan tampil dalam enam pertunjukan di Sphere. Kabarnya konser ini akan berlangsung pada Mei hingga Juni 2026 mendatang

    Gwen Stefani dkk juga akan mencatatkan sejarah baru dengan konser residensi ini. Gwen akan menjadi artis perempuan pertama yang menjadi headliner di Sphere. Venue ini sebelumnya telah menjadi tuan rumah untuk konser yang didominasi musisi pria seperti U2, Dead & Company, Eagles, dan Backstreet Boys.

    No Doubt pertama kali mengumumkan hiatus pada 2015 lalu. Mereka kemudian secara mengejutkan jadi tamu spesial di Coachella 2024. Kesempatan ini terasa makin spesial dengan hadirnya Olivia Rodrigo sebagai kejutan dalam kejutan.

    Baru-baru ini No Doubt sempat mencuri atensi para penikmat musik saat muncul di tur Dua Lipa, Radical Optimism.

    Di Los Angeles akhir September lalu, Stefani naik panggung dan bersama Dua Lipa membawakan lagu legendaris Don’t Speak, membangkitkan nostalgia penggemar sekaligus mengisyaratkan kemungkinan reuni yang lebih besar.

  • KIM dan Nabila Taqiyyah Berkolaborasi di Single Anyar ‘Bayangan Cinta Yang Lalu’

    KIM dan Nabila Taqiyyah Berkolaborasi di Single Anyar ‘Bayangan Cinta Yang Lalu’

    MUSIK+ – Kolaborasi menarik disuguhkan trio pop, KIM bersama Nabila Taqiyyah. Mereka menampilkan vokal serta penjiwaan menyentuh dalam single bertajuk Bayangan Cinta Yang Lalu.

    Lagu ini merupakan kolaborasi pop balada yang menyatukan KIM dan Nabila Taqiyyah dalam lirik yang dalam dan relatable bagi pendengar. Liriknya akan menyentuh mereka yang masih hidup di bawah bayang-bayang kenangan indah masa lalu bersama pasangan yang sudah tidak lagi saling menjalin hubungan.

    Suara lembut dan manis milik Nabila Taqiyyah menyatu menjadi harmoni yang indah dengan kombinasi suara para anggota KIM yaitu Arsy Widianto, Gusty Pratama, dan Rachel Rae.

    Lagu ini menceritakan tentang bagaimana bayang-bayang kenangan masa lalu yang indah bisa menghalangi seseorang untuk move on ke cinta yang baru. Cocok untuk mereka yang sedang menjalani proses move on dari kenangan dan orang yang ada di masa lalu.

    Single kolaborasi KIM dan Nabila Taqiyyah ini ditulis oleh Yovie dan Arsy Widianto. Selain itu Yovie juga terjun sebagai produser bersama Adrian Kitut.

    Direkam di GS03 UK Studio, lagu ballad ini akan menjadi teman bagi mereka yang pernah atau sedang mengalami kisah serupa, bisa didengar mulai hari ini, Jumat 10 Oktober di berbagai platform streaming digital.