MUSIKPLUS – Kreativitas sejati memang tidak pernah mengenal kalender atau tenggat waktu. Hal inilah yang dibuktikan oleh virtuoso gitar dan vokalis kenamaan, Richie Kotzen. Belum lama menginjakkan kaki di rumah setelah menyelesaikan tur dunia yang padat, riak inspirasi justru kembali menghantamnya. Tanpa membuang waktu, ia langsung mengunci diri di studio untuk meniupkan napas baru pada sebuah lagu lama yang telah lama ia simpan.
Hari ini, Kotzen memberikan kejutan manis bagi para penggemarnya di seluruh dunia dengan melepas lagu terbarunya, Catch A Star, secara digital.
“Setelah menyelesaikan tur panjang bersama Smith/Kotzen, niat awal saya sebenarnya adalah mengambil istirahat panjang dari panggung pertunjukan untuk mengisi ulang energi kreatif saya,” ungkap Richie.
Namun, takdir berkata lain saat ia mulai membongkar arsip-arsip lama di studionya.
“Saya menemukan kembali Catch A Star dalam bentuk yang setengah jadi. Entah mengapa, tiba-tiba arah dan konsep lagu ini menjadi sangat jelas bagi saya, sesuatu yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Sebagai seorang penulis lagu, ketika momen seperti itu datang, Anda harus memercayai naluri dan mengikuti momentum tersebut. Itulah yang terjadi pada lagu ini.”
Sentuhan Jiwa Dari Akar Musik Philadelphia
Ada yang istimewa dari proses rekaman Catch A Star. Kotzen memilih untuk menjadi “pasukan satu orang” dengan memainkan seluruh instrumen sendirian. Lewat lagu ini, ia menggali kembali akar musiknya di Philadelphia; memadukan bait-bait lagu yang melambung tinggi, melodi serta chorus yang penuh jiwa (soulful), serta ketukan ritme yang bertenaga.
Tidak hanya itu, Kotzen juga mendorong teknik permainan gitar dan bassnya ke arah yang baru dan lebih inovatif.
| Karakteristik Lagu Catch A Star |
| Aransemen: Sengaja dibuat sederhana dan langsung (direct) |
| Fokus Utama: Kedalaman melodi, kekuatan lirik, dan atmosfer lagu |
| Produksi: Seluruh instrumen dan vokal diisi sendiri oleh Richie Kotzen secara berlapis (layering) |
“Apa yang saya sukai dari Catch A Star adalah betapa langsungnya lagu ini,” jelas Kotzen. “Bagian chorus langsung menyapa pendengar di awal, aransemennya sengaja dibuat simpel, dan fokus utamanya benar-benar ada pada melodi, lirik, dan atmosfer yang dibangun.”
Meruntuhkan Pola Lama Rilis Musik
Keputusan untuk merilis lagu tunggal (single) ini juga menandai pergeseran cara pandang Kotzen dalam bermusik di era modern. Jika dahulu seorang musisi harus menunggu seluruh materi album rampung, kini Kotzen memilih jalur yang lebih spontan.
“Di masa lalu, saya mungkin akan menyimpan lagu seperti ini sampai saya punya cukup materi untuk melahirkan satu album penuh. Namun belakangan ini, saya merasa lebih terinspirasi untuk merilis musik secara real-time (langsung), daripada harus menunggu tanpa kepastian demi sebuah proyek besar,” tambahnya.
Meski saat ini Richie Kotzen belum memiliki rencana untuk kembali menggelar tur dalam waktu dekat, ia menegaskan bahwa proses kreatifnya tidak akan berhenti. Rilisnya Catch A Star adalah bentuk apresiasi tulusnya kepada para penggemar yang setia mengiringi perjalanan bermusiknya.
“Jika lagu ini nantinya membuka jalan menuju album penuh, itu bagus,” pungkas Kotzen santai. “Dan jika tidak, untuk saat ini, itu pun tidak jadi masalah.”






















