MUSIKPLUS – Bruce Dickinson, vokalis legendaris dari raksasa heavy metal Iron Maiden, baru saja resmi meluncurkan video musik terbaru untuk versi aransemen ulang dari lagu solo ikonisnya yang dirilis tahun 1994, Tears Of The Dragon.
Versi remix yang kini lebih kental dengan nuansa megah orkestra ini diambil dari album More Balls To Picasso yang dirilis Juli tahun lalu—sebuah proyek penerbitan ulang (reissue) dari album solo kedua Dickinson, Balls To Picasso. Dalam video musik teranyar ini, Dickinson menggandeng para personel band pengiring solonya saat ini, dipadukan dengan pertunjukan tari kontemporer (interpretative dance) yang memukau.
“Ketika kami merancang ulang seluruh album More Balls To Picasso, kami memang selalu bermimpi untuk membuat versi orkestra dari Tears Of The Dragon,” ungkap Dickinson. “Antonio Teoli menulis skor musiknya dan kami langsung merekamnya. Setelah itu, kami menghubungi sutradara film Leo Liberti, yang sebelumnya pernah menggarap beberapa video dokumentasi panggung saya di Brasil dengan sangat luar biasa.”
“Kegilaan yang Brilian” di Pabrik Bir Tua
Proses syuting video musik ini mengambil tempat di sebuah lokasi yang sangat unik dan dramatis. Atmosfer magis langsung terasa lewat pemilihan visual dan konsep yang diusung oleh Dickinson dan Liberti.
“Kami menemukan lokasi yang luar biasa ini; sebuah pabrik bir tua yang sangat besar dan arsitekturnya hampir menyerupai bangunan era Renaisans. Di sana, kami mendandani para pemain orkestra agar terlihat sedikit seperti zombi,” cerita Dickinson sembari tertawa.
Kolaborasi Band Pengiring: Semua personel House Band Of Hell (HBOH) band pengiring solo Dickinson ikut tampil di dalam video dan diberikan instrumen orkestra untuk dimainkan. Dickinson menyebut seluruh proses ini sebagai “kegilaan yang brilian.”
Sentuhan Teatrikal: Sutradara Leo Liberti mengusulkan kehadiran seorang penari balet untuk menginterpretasikan lirik lagu lewat gerakan tubuh. “Penari itu sangat luar biasa dan puitis. Kehadirannya memberikan dimensi emosional ekstra yang luar biasa ke dalam video ini,” tambah Dickinson.
Langkah Dickinson merilis album More Balls To Picasso tahun lalu dipicu oleh ketidakpuasannya terhadap kualitas mixing album versi orisinalnya. Di versi baru ini, ia “mempertebal suara gitar” dan menambahkan permainan gitar yang indah dari gitaris asal Brasil, Adassi Addasi. Proses remix ini dipercayakan kepada Brendan Duffey, produser yang sebelumnya juga menangani album solo Dickinson di tahun 2024, The Mandrake Project.
Merayakan 50 Tahun Iron Maiden dan Agenda Solo yang Padat
Sebagai kilas balik, Balls To Picasso adalah cetak biru penting dalam karier Dickinson. Album tersebut merupakan proyek solo pertamanya setelah sempat memutuskan keluar dari Iron Maiden pada tahun 1993. Lewat album itu, Dickinson bereksperimen dengan tekstur musik akustik, rock, dan folk yang sangat kontras dengan musik metal berlapis baja milik Maiden, sebelum akhirnya ia memutuskan kembali memperkuat Maiden pada tahun 1999.
Kini, meski jadwalnya bersama Iron Maiden sangat padat, produktivitas musisi berusia 67 tahun ini tidak mengendur sedikit pun. Setelah merilis The Mandrake Project, Dickinson kabarnya telah menyelesaikan rekaman untuk album solo berikutnya awal tahun ini. Proses rekaman dilakukan secara live di Studio 606 milik pentolan Foo Fighters, Dave Grohl, di California, dan akan menampilkan beberapa personel band metal legendaris Brasil, Sepultura, sebagai bintang tamu.
Dalam tur bernuansa nostalgia setengah abad ini, Iron Maiden hanya akan membawakan materi-materi emas dari sembilan album pertama mereka, yang nantinya akan ditutup dengan festival musik mereka sendiri, Eddfest, di Knebworth House, Inggris, pada 11 Juli mendatang.






















