Hard N' Heavy

Dani Filth Bicara 35 Tahun Cradle of Filth, Kegilaan Ozzy Osbourne dan Kolaborasi Bareng Ed Sheeran

MUSIKPLUS – Bagi para pemuja musik ekstrem, nama Cradle of Filth (CoF) adalah sebuah institusi. Selama lebih dari tiga dekade, band extreme gothic metal asal Inggris ini konsisten menyemburkan aransemen simfonik yang megah berbalut lirik-lirik teatrikal nan gelap. Di garda terdepan, berdiri sang vokalis ikonik dengan lengkingan tinggi bak iblis, Dani Filth.

Melalui wawancara mendalam di kanal YouTube bertajuk “Dani Filth on 35 Years of Cradle of Filth, Ozzy Stories & Ed Sheeran Collab”, Dani merefleksikan perjalanan panjang kariernya. Ia membagikan kisah-kisah liar di balik panggung, kekagumannya pada sang Godfather of Heavy Metal Ozzy Osbourne, hingga proyek kolaborasi paling tidak biasa dalam sejarah metal modern bersama bintang pop dunia, Ed Sheeran.

Berikut adalah rangkuman esensial dari perjalanan hidup, filosofi, dan kejutan masa depan seorang Dani Filth.

Tiga Setengah Dekade Merajai Kegelapan

Berdiri sejak awal era 1990-an di Suffolk, Inggris, Cradle of Filth telah melewati berbagai badai industri musik dan bongkar-pasang personel yang tak terhitung jumlahnya. Ketika ditanya bagaimana ia bisa mempertahankan api kreativitasnya selama hampir 35 tahun, Dani menjawab dengan lugas, totalitas dan adaptasi tanpa kompromi.

Bagi Dani, Cradle of Filth bukan sekadar pekerjaan, melainkan manifestasi hidupnya. Band ini berhasil mendobrak batas black metal tradisional dengan memasukkan unsur orkestra, estetika film horor gotik, dan sastra era Victoria. Meskipun gaya visual mereka kerap memicu kontroversi di kalangan masyarakat awam (termasuk kaus ikonis mereka yang sempat dilarang di beberapa negara), Dani menegaskan bahwa seni mereka adalah tentang teatrikalitas yang jujur.

Kisah Unik Bersama Ozzy Osbourne

Sebagai musisi yang tumbuh di era kejayaan heavy metal, Dani Filth tidak pernah menutupi rasa hormatnya yang besar kepada para senior. Salah satu momen paling berkesan dalam kariernya adalah ketika ia berinteraksi dan berbagi panggung dengan Ozzy Osbourne dan keluarga besarnya melalui berbagai festival besar seperti Ozzfest.

Dani mengenang Ozzy sebagai sosok yang penuh anomali—pemberani di atas panggung, namun sangat ramah dan kadang menggelikan di belakang panggung. Baginya, melihat bagaimana musisi seperti Ozzy dan Black Sabbath meletakkan cetak biru (blueprint) musik berat adalah inspirasi terbesar yang membuat Cradle of Filth selalu ingin memberikan performa panggung yang teatrikal dan tak terlupakan bagi para penggemar.

Kolaborasi Paling Ekstrem: Cradle of Filth x Ed Sheeran

Satu topik yang paling mencuri perhatian jagat maya dalam beberapa tahun terakhir adalah proyek kolaborasi antara Cradle of Filth dan penyanyi pop legendaris, Ed Sheeran. Bagi banyak orang, menggabungkan jeritan histeris Dani Filth dengan petikan gitar akustik manis Ed Sheeran terdengar seperti lelucon. Namun, Dani menegaskan bahwa proyek ini lahir dari pertemanan yang tulus dan kecintaan yang tak terduga.

Dani menceritakan bahwa Ed Sheeran sebenarnya adalah seorang penggemar musik metal sejak remaja. Ed tumbuh besar di daerah yang sama dengan asal band, Suffolk, dan kedekatan geografis ini menjembatani komunikasi mereka.

“Ed adalah pria yang sangat membumi. Dia datang ke studio, membawa gitarnya, dan kami mulai mengeksplorasi sesuatu yang benar-benar baru. Ini bukan taktik pemasaran (marketing gimmick), ini adalah dua musisi dari dunia yang berseberangan yang mencoba menembus batas ego masing-masing,” ungkap Dani.

Lagu kolaborasi tersebut memadukan progresi akor khas Ed Sheeran dengan sentuhan aransemen metal simfonik yang berat, menciptakan dinamika suara beauty and the beast yang sangat unik. Dani menjanjikan bahwa hasil akhir dari kolaborasi ini akan mengejutkan banyak orang, baik dari kalangan penikmat musik pop maupun para metalhead garis keras.

Pesan Bertahan di Industri Musik Modern

Di akhir perbincangan, Dani Filth memberikan pandangannya tentang lanskap industri musik modern yang kini sangat bergantung pada algoritma digital dan media sosial. Baginya, tantangan band zaman sekarang jauh lebih rumit dibanding saat ia merintis karier di tahun 90-an.

Pesan terbesarnya untuk musisi generasi baru adalah pentingnya memiliki identitas yang kuat. Di tengah jutaan lagu yang dirilis setiap hari di platform digital, band yang akan bertahan adalah mereka yang memiliki karakter visual dan musikalitas yang tidak bisa ditiru orang lain. Dani Filth dan Cradle of Filth telah membuktikan rumus tersebut: tetap setia pada kegelapan, menolak mati, dan selalu siap memberikan kejutan.

+ Bagikan

Artikel Terkait

1 of 4