MUSIKPLUS – Bagi para pemuja gitar elektrik, nama “Greeny”, Gibson Les Paul Standard 1959 yang legendaris adalah cawan suci (holy grail) di dunia musik blues-rock. Pernah dimiliki oleh Peter Green (Fleetwood Mac) sebelum berpindah tangan ke sang maestro Gary Moore, dan kini berada di bawah dekapan gitaris Metallica, Kirk Hammett. Greeny terkenal di seluruh dunia karena karakter suaranya yang unik akibat pemasangan magnet pikap yang terbalik secara tidak sengaja (out-of-phase).
Namun, ada sebuah rahasia besar di balik lemari koleksi Gary Moore. Melalui video terbaru rilisan Gibson TV berjudul “The guitar Gary Moore thought sounded better than ‘Greeny'”, Kirk Hammett bersama Mark Agnesi membeberkan instrumen bersejarah yang selama ini tersembunyi di bawah bayang-bayang ketenaran Greeny. Gitar tersebut adalah sebuah Gibson Les Paul Standard 1958 antik yang juga merupakan peninggalan Gary Moore.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai kisah, karakter, dan alasan mengapa Gary Moore menganggap gitar tahun ’58 ini memiliki suara yang jauh lebih mematikan dibanding Greeny.
Dua Pusaka dari Sang Maestro yang Sama
Banyak orang tahu bahwa Kirk Hammett membeli Greeny pada tahun 2014. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa Kirk sebenarnya memiliki dua gitar andalan yang dulunya milik Gary Moore. Setelah memiliki Greeny, Kirk berhasil mengamankan sebuah Les Paul Standard tahun 1958 milik mendiang musisi asal Irlandia Utara tersebut.
Saat pertama kali membelinya, Kirk mengaku tidak menaruh ekspektasi berlebih. Bagaimanapun, di atas kertas, sulit menandingi karisma magis Greeny. Namun, begitu Kirk mencolokkan instrumen tahun ’58 ini ke unit penguat daya (amplifier) dan memetik beberapa akor pertama, ia langsung terkesima. Karakter suaranya seketika menonjol dengan cara yang sangat agresif dan berbeda.
“Gary Moore merekam banyak sekali lagu single hits menggunakan gitar ini. Dan begitu kamu memainkannya, kamu akan langsung paham mengapa dia sangat menyukainya,” ujar Kirk Hammett dalam sesi wawancara tersebut.
Karakter Suara: Distorsi yang “Menggergaji”
Jika Greeny terkenal dengan suara blues yang manis, sengau, dan menghanyutkan, maka Les Paul 1958 ini adalah monster yang berbeda. Kirk Hammett mendeskripsikan tonal gitar ini seperti suara “gergaji mesin” (chainsaw-like distorted tone).
Karakter suaranya sangat tebal, memiliki gigitan (bite) yang tajam, raungan mid-range yang liar, dan distorsi alami yang sangat organik. Karakter inilah yang dicari oleh Gary Moore ketika ia ingin menyajikan performa rock yang lebih bertenaga dan modern di era 80-an hingga 90-an. Keunggulan sonik inilah yang membuat Gary Moore secara terbuka pernah mengakui bahwa dalam beberapa aspek dan kebutuhan panggung tertentu, Les Paul ’58 ini terdengar jauh lebih perkasa dan lebih baik daripada Greeny.
Luka Perang dan Plester Biru yang Ikonik
Sebagai gitar yang sering diajak “bertempur” di atas panggung oleh Gary Moore, Les Paul 1958 ini dipenuhi dengan bekas luka orisinal (battle scars). Salah satu ciri fisik yang paling menarik dibahas dalam video tersebut adalah pola keausan yang unik di sepanjang bagian belakang leher (neck) gitar. Gesekan tangan Gary Moore selama puluhan tahun menciptakan kontur kayu yang sangat personal dan nyaman saat digenggam.
Selain itu, warna finis gitar ini telah memudar seiring waktu, berevolusi dari warna cerah aslinya menjadi gradasi warna madu yang indah (honey burst).
Ada satu detail unik yang tetap dipertahankan oleh Kirk Hammett hingga hari ini: selembar plester biru (blue tape) yang menempel di dekat lubang output jack. Kirk menceritakan bahwa plester tersebut dipasang secara terburu-buru di tengah sebuah sesi rekaman studio untuk menahan komponen jack yang longgar. Alih-alih memperbaikinya secara permanen dan menghilangkan jejak tersebut, Kirk memilih membiarkannya tetap menempel sebagai bagian dari sejarah estetika gitar tersebut.
Menolak Menjadi Pajangan Museum
Bagi sebagian besar kolektor, gitar antik era akhir 1950-an senilai miliaran rupiah biasanya akan berakhir di dalam lemari kaca anti-peluru atau museum. Namun, Kirk Hammett memiliki filosofi yang sama dengan Gary Moore. Bagi Kirk, sebuah instrumen hebat diciptakan untuk mengeluarkan suara, bukan untuk berdebu di dalam kotak.
Kirk secara aktif membawa Les Paul 1958 ini ke atas panggung dalam tur-tur dunia Metallica, bersanding bersama Greeny. Baginya, memainkan gitar ini adalah bentuk penghormatan tertinggi kepada warisan musik yang ditinggalkan oleh Gary Moore.
Melalui video singkat ini, Gibson TV berhasil menunjukkan bahwa di balik bayang-bayang sebuah legenda besar seperti Greeny, selalu ada mahakarya lain yang tak kalah hebat—menunggu untuk diceritakan dan dimainkan kembali.

















